Dana Rp10 Miliar dari ACT ke Koperasi Syariah 212 untuk Bayar Utang

Foto: (ilustrasi/act.id)

Pantau –Koperasi Syariah 212 mendapat uang dari Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), dana yang dikirim ACT itu sebesar Rp10 miliar.

Dari informasi tersebut, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penulusuran aliran dana Rp10 miliar itu, yang kemudian diketahui uang itu untuk pembayaran utang.

“Pembayaran utang salah satu perusahaan afiliasi ACT,” ujar Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol. Andri Sudarmaji, Rabu (3/8/2022).

Andi juga menambahkan bahwa dana Rp.10 miliar itu bersumber dari dana sosial Boeing. Saat ini, pihaknya masih mendalami alirana dana itu.

“Kita dalami terus terhadap pihak terkait,” katanya.

Diketahui Rp10 miliar itu merupakan uang kompensasi untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu. uang kompensasi itu diberikan oleh Boeing.

Sebelumnya, pada Senin (1/8/2022), Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Muhammad Syafei (MS) diperiksa oleh Dittipideksus Bareskrim Polri.

Pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan penyelewengan donasi yayasan ACT, yang kemudian koperasi diduga menerima aliran dana dari Boeing melalui ACT.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang menerima aliran dana Boeing dari ACT yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” ucap Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Nurul Azizah, Selasa (2/8/2022).

Dari pemeriksaan kepada Ketum Koperasi Syariah 212 itu juga, pihak Bareskrim Polri mengetahui bahwa penerimaan Rp10 Miliar itu untuk pembayaran utang.

Diketahui ebelumnya, Bareskrim Polri menemukan Yayasan ACT menggunakan dana donasi dari Boieng yang tidak sesuai dengan peruntukan senilai Rp 34 miliar. Bareskrim membeberkan untuk apa saja dana itu diselewengkan.

“Perlu kami sampaikan, apa saja yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, di antaranya adalah: adanya pengadaan armada (rice) truk kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk program big food bus kurang lebih Rp 2,8 miliar, kemudian pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya kurang lebih Rp 8,7 miliar,” kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (25/7/2022).

“Selanjutnya, untuk koperasi syariah 212 kurang lebih Rp 10 miliar, kemudian untuk dana talangan CV CUN Rp 3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp 7,8 miliar sehingga total semuanya Rp 34.573.069.200,00 (miliar),” sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia