Pantau Flash
Gedung Putih Pastikan Pilpres AS Tetap Digelar 3 November 2020
Ombudsman Soal Ganjil Genap: Waspadai Klaster Transportasi Publik
BPS: Inflasi Tahunan yang Terendah Sejak Mei 2000
Gibran Kantongi Dukungan Penuh Prabowo Subianto di Pilkada Solo
Update COVID-19 RI per 3 Agustus: 1.679 Kasus Baru, Total Positif 113.134

Data Denny Siregar Bocor, Arief Poyuono: Ini Bukan Kasus Sembarangan

Data Denny Siregar Bocor, Arief Poyuono: Ini Bukan Kasus Sembarangan Arsip - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Foto : Antara)

Pantau.com - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Arief Poyuono menilai kasus kebocoran data pegiat media sosial Denny Siregar bukan kasus sembarangan sehingga memerlukan perhatian serius.

"Ini bukan kasus sembarangan lho. Bukan persoalan siapa tersangkanya, tetapi anda bayangkan saja, seseorang bisa mencomot data penting di Telkomsel yang bisa saja untuk kepentingan politik dan tujuan tertentu," kata Ariefyang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Berkaitan dengan kasus tersebut, kepolisian telah menangkap FPH (26), karyawan "outsourcing" yang bertugas sebagai "customer service" di Grapari Telkomsel Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Data Denny Siregar Bocor, Telkomsel Serahkan Hasil Investigasi ke Polisi

Menurut Arief, kasus tersebut jangan dilihat sebagai kasus yang biasa-biasa saja, karena bukan hanya menyangkut sektor telekomunikasi yang merupakan sektor strategis.

"Banyak juga sektor lain seperti sektor perbankan, energi, dan jasa pelabuhan," katanya.

Kasus tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa anggapan publik selama ini terhadap keamanan sistem informasi dan data telekomunikasi akan sulit dibobol ternyata salah.

Bahkan, kata dia, dalam hal ini sangat terbuka kemungkinan data yang dibobol tidak hanya milik Denny Siregar.

"Bisa jadi, percakapan menteri sampai Presiden juga disadap," ujarnya.

Oleh karena itu, Arief menduga dalam kasus Denny Siregar tidak hanya FPH yang akan diproses hukum, dan kemungkinan akan muncul tersangka lain.

Baca juga: Data Denny Siregar Bocor di Medsos, Menkominfo Minta Telkomsel Selidiki

Ia mengatakan manajemen Telkomsel harus melakukan screening kepada pegawai yang punya akses dan bertanggung jawab atas semua data pelanggan Telkomsel.

Hal ini penting, kata dia, untuk memastikan pegawai tersebut tidak tercemar moral buruk dan demi menjaga kerahasiaan pelanggan Telkomsel.

"Saya kira ini juga menjadi pelajaran penting bagi Menteri BUMN yang harus melakukan screening yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap para direksi BUMN yang ditempatkan," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap FPH, karyawan Telkomsel yang diduga membocorkan data pribadi Denny Siregar kepada akun Twitter @opposite6890.

FPH secara diam-diam telah mengambil data aktivis media sosial Denny Siregar tanpa izin di database Telkomsel.

Kemudian, data tersebut dikirimkan ke akun Twitter @opposite6890, dan setelah itu @opposite6890 memposting di akunnya.

"Karena data itu ada di sistem, jadi tidak bisa di-copy paste sehingga pelaku meng-'capture' dan mengirimkan ke akun @opposite6890 lewat DM (direct message) di Twitter," tutur Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol.

Reinhard mengatakan bahwa tersangka FPH bukan bagian dari tim akun @opposite6890.

"FPH melakukan perbuatannya karena simpati dengan akun @opposite6890 dan tidak menyukai postingan Denny Siregar," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: