Dear Amri ‘Alfamidi’, Ketua KPK Firli Bahuri dan Anak Buahnya Nungguin Kamu Loh, yang Ngumpetin Siap-siap Kena

Headline
Tangkapan layar-Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPKTangkapan layar-Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK

Pantau – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta agar pegawai Alfamidi bernama Amri untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan dalam perkara dugaan suap terhadap Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

Firli juga mengingatkan kepada pihak-pihak yang mencoba menyembunyikan Amri akan ada konsekuensinya.

“KPK memerintahkan kepada saudara AR (Amri) untuk segera memenuhi kewajiban untuk hadir dalam panggilan KPK,” ujar Firli dalam keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2022.

“Tentu kami juga mengimbau, jangan pernah ada pihak yang menyembunyikan keberadaan AS, karena sesungguhnya menghambat, menghalangi proses penyidikan, juga termasuk tindak pidana korupsi,” kata Firli.

Firli menyebut Amri diduga menyuap Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy (RL), sebesar Rp500 juta untuk mengeluarkan izin prinsip pembangunan 20 gerai Alfamidi. Uang suap tersebut diberikan secara bertahap oleh Amri.

Uang tersebut tidak langsung diterima oleh RL, namun dikirim melalui rekening bank milik Andrew Erin Hehanusa (AEH), yang diketahui merupakan orang kepercayaan RL.

Kini ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap pemberian izin prinsip pembangunan cabang usaha retail di Kota Ambon tahun 2020.

AR diduga aktif berkomunikasi dan bertemu RL untuk segera mendapatkan izin pembangunan. RL kemudian meminta Kadis PUPR Pemkot Ambon untuk memproses dan menerbitkan izin yang di antaranya adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

Untuk setiap dokumen perizinan yang telah disetujui dan diterbitkan, RL diduga meminta aliran uang minimal Rp25 juta yang dikirim melalui rekening milik AEH.

Selain itu, Firli menyebutkan bahwa RL juga diduga menerima aliran sejumlah uang dari berbagai pihak sebagai gratifikasi. Namun, hal ini masih akan terus diselidiki lebih lanjut oleh tim penyidik.

Tim Pantau
Penulis
Aries Setiawan