Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Demi Atasi Banjir, Komisi VIII Minta Kawasan Puncak Jadi Daerah Resapan Air

Demi Atasi Banjir, Komisi VIII Minta Kawasan Puncak Jadi Daerah Resapan Air Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (kiri) saat memimpin rapat kerja tentang penanggulangan bencana bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa (14/1/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Pantau.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, meminta pemerintah memulihkan fungsi kawasan Puncak sebagai daerah resapan air guna mengatasi masalah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat kerja Komisi VIII dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Banjir di Jakarta Awal Tahun 2020 Hasilkan 50 Ribu Ton Sampah

Yandri mengatakan, bahwa kawasan Puncak sekarang sudah beralih fungsi dari daerah resapan air menjadi daerah hunian.

"Puncak yang dulu pohon-pohon, sekarang sudah menjadi tembok-tembok," kata Yandri,

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, bahwa pemerintah mesti menata kembali kawasan Puncak dan mengembalikan fungsinya sebagai daerah resapan air untuk menekan risiko banjir di Jabotabek.

"Tentu itu memang bukan tugas Menteri Sosial dan Kepala BNPB. Namun, saya minta agar hal ini menjadi perhatian pemerintah," ungkapnya.

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Kementerian Sosial dan BNPB tersebut, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyampaikan bahwa banjir di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten hingga Senin (13/1) pukul 18.00 WIB telah menyebabkan 61 orang meninggal dunia dan 26.463 orang mengungsi.

Baca juga: Sampah di Pintu Air Karet Jakpus Meningkat 6 Kali Lipat Pasca Banjir

Sementara Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa di Indonesia bencana merupakan sesuatu yang permanen sehingga membutuhkan solusi yang permanen juga. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: