Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Demi Daging Segar, Warga Bandung Serbu Pasar Tradisional

Demi Daging Segar, Warga Bandung Serbu Pasar Tradisional Warga berbelanja kebutuhan pangan di salah satu Pasar Tradisional, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2020). (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Pantau.com - Sehari menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah atau Sabtu, sejumlah warga Bandung mengaku rela berdesak-desakan di pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan pokok khususnya daging segar untuk Lebaran.

Warga Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Pia Andini menuturkan dirinya walaupun datang seusai shalat Subuh ternyata tetap harus rela berdesakan dengan warga lainnya saat berbelanja ke Pasar Sayati untuk mendapatkan daging segar.

"Kalau daging sapi atau ayam beku itu suka enggak seenak daging yang fresh. Jadinya mau enggak mau harus belanja hari ini," kata dia.

Baca juga: Pasar Ikan Kobong di Semarang Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19

Ia menuturkan masih ada masyarakat yang tak menghiraukan protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat berbelanja di pasar tradisional seperti tidak pakai masker. "Sudah mah berdesakan, eh masih saja ada warga yang enggak pakai masker," kata dia.

Warga lainnya, Jeje, juga mengaku harus berdesakan dengan warga lainnya saat berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Junti, Kabupaten Bandung.

"Wah ramai banget tadi pagi pasar. Ya itu mau enggak mau kita yang belanja harus rela berdesakan dengan pembeli lainnya," kata dia

Baca juga: 102 Kendaraan Disuruh Putar Balik di GT Cileunyi, Ada yang Jujur Mau Mudik

Ia juga terpaksa berbelanja ke pasar tradisional sehari menjelang lebaran karena ingin mendapatkan daging yang segar. "Selain masih segar, kalau belanja di pasar tradisional bisa nawar harga," kata Jeje.

Jeje memahami protokol kesehatan saat pandemi COVID-19  sehingga setelah sampai di rumah, dirinya tidak langsung masuk ke dalam rumah namun mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu dengan sabun.

"Habis belanja, tadi di luar minta istri saya bawakan sabun. Terus cuci tangan sama kaki terus bilas baru berani masuk rumah. Setelah dalam rumah saya langsung mandi karena buat jaga-jaga saja kebersihan diri," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: