Pantau Flash
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona
Uji Coba Pengaspalan Lintasan Formula E Monas Dilakukan
SBY Sebut Museum dan Galeri Seni di Pacitan adalah Amanah Ani Yudhoyono
Persija Siapkan Amunisi Terbaik Hadapi Geylang International

Demi Kedaulatan, Gerindra Minta Pindah Ibu Kota Baru Tak Pakai Dana Swasta

Demi Kedaulatan, Gerindra Minta Pindah Ibu Kota Baru Tak Pakai Dana Swasta Ilustrasi (Foto: Antara)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo meminta agar biaya pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur sepenuhnya memakai dana murni pemerintah saja. Menurutnya demi kedaulatan, jangan sampai pembangunan ibu kota baru memakai dana dari pihak swasta.

"Tetapi dari sisi dan strukturnya yang paling penting lagi adalah pemindahan ibu kota itu pembangunannya harus biaya negara jangan ada biaya swasta atau nonpemerintah. Karena ini adalah kedaulatan, tidak boleh ada kelompok lain, kalau kelompok lain setelah standar dasarnya dipenuhi," kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Baca Juga: Gerindra: Prabowo Siap Berikan Lahannya di Kaltim untuk Ibu Kota Baru

Edhy menegaskan, mayoritas dari partainya lebih setuju jika pembiayaan pemindahan ibu kota seluruhnya 100 persen dibiayai negara.

"Kalau Gerindra maunya 100 persen uang negara bahwa ada faktor pendukung lainnya yang mengikuti itu faktor sekunder, yang paling utama adalah kebutuhan dasarnya. Ini kan kedaulatan negara masa kita mau serahkan ada swasta membangun negeri kita. Ini alasan yang kami dapat arahan dari ketua umum kami," ungkapnya.

Lebih lanjut, Edhy juga mengingatkan pemerintah soal anggaran dalam memindahkan ibu kota yang dirasa bakal membebani keuangan negara saat ini. Menurutnya dengan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp500 triliun harus kembali dipikirkan.

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi pada Jakarta Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

"Kota sendiri diprediksi akhir tahun ini anggaran akan defisit sampai Rp310 triliun. Memindahkan ibu kota konon kabarnya sampai Rp500 triliun ini juga menjadi pemikiran yang harus dibahas bersama-sama tidak terlalu terburu-buru," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: