Pantau Flash
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia
Pasar Cempaka Putih Kebakaran, Damkar Sempat Alami Kesulitan Air
Ketua KPK Firli Bahuri Dinyatakan Langgar Kode Etik Gunakan Helikopter

Demokrat Resmi Gabung ke Pemerintahan Jokowi, Kata Ferdinand Hutahaean

Headline
Demokrat Resmi Gabung ke Pemerintahan Jokowi, Kata Ferdinand Hutahaean Ferdinand Hutahaean (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengungkapkan, sikap partainya resmi ingin membantu dan ikut memperkuat pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam lima tahun mendatang.

Ferdinand mengatakan, partai berlambang mercy itu ingin membantu Jokowi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Hanya saja soal keputusan apakah ikut bergabung dalam koalisi atau tidak, hal itu bergantung terhadap kebijakan Jokowi.

"Jadi kalau ditanya ke mana arah politik Partai Demokrat ya arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan. Namun demikian sikap tersebut kita kembalikan pada Pak Jokowi karena Pak Jokowi adalah pemegang haknya, beliau lah yang diamanatkan oleh konstitusi sebagai pemegang hak prerogatif dan kita hormati itu," kata Ferdinand kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: Pecah! Ferdinand Adu Mulut dengan Andre Rosiade di Twitter

Ferdinand menyebut, keputusan ataau keinginginan untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ke depan merupakan sikap resmi partainya. Menurutnya, sikap tersebut sudah diambil pasca 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono, istri Ketua Umum Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Terkait dengan penyampaian resminya, nanti SBY ataupun Sekjen partai Demokrat Hinca Panjaitan akan menyampaikan. Adapun terkait waktu kapan penyampaiannya, Ferdinand mengaku belum tahu.

"Ya itu sikap resmi dan opsi terdepan tapi semua kembali ke Pak Jokowi. Kapan? Sikap itu sudah resmi diputuskan pasca 40 hari berkabung Demokrat meski tak diumumkan secara resmi karena menunggu disampaikan secara formal pada saat yang tepat," ungkapnya.

Baca Juga: Tak Diundang Kongres PDIP, Demokrat Tak Masalah

Kendati begitu, hingga saat ini partainya masih melakukan komunikasi tingkat tinggi dengan Jokowi. Komunikasi antara Demokrat dengan kubu Jokowi itu dikatakan Ferdinand terus dibangun melalui SBY, Hinca, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Untuk (komunikasi) ini adalah politik tinggi maka dilakukan langsung oleh Pak SBY dan Mas AHY juga oleh sekjen sesuai perintah Ketum Pak SBY," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: