Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Desmond Gerindra Curiga Pindah Ibu Kota Hanya Khayalan, Seperti Esemka

Headline
Desmond Gerindra Curiga Pindah Ibu Kota Hanya Khayalan, Seperti Esemka Ilustrasi Pulau Kalimantan (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Mahesa menilai rencana kebijakan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan rencana sepihak belaka. Pasalnya, menurut Desmond dalam proses pengkajian pemindahan ibu kota pemerintah harus melibatkan DPR.

Desmond curiga, bahwa kebijakan pemindahan ibu kota akan bernasib sama dengan rencana pemerintah menghadirkan mobil nasional Esemka beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Polisi Belum Bisa Tindak Kendaraan yang Terobos Jalur Sepeda, Kenapa?

"Usulan ini usulan sepihak pemerintah, udah dibicarakan belum sama DPR? Jangan-jangan ini kaya Esemka, cuma khayalan. Ya bagaimana dikonkretkan, kenapa? Seharusnya sebelum dibicarakan DPR dikasih draft yang benar, bagaimana perencanaannya, bagaimana resettlemen-nya, bagaimana pembiayaannya," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Menurut Desmond, saat ini seolah-olah pemerintah memaksa semua pihak satu pandangan ikut menyukseskan pindah ibu kota. Hal itu ia nilai merupakan tindakan yang tidak benar.

"Zaman Soeharto aja tidak seperti ini gitu lho. Ada apa dengan Jokowi? Jangan-jangan Esemka, Esemka aja khayalan. Yang jadi soal hari ini, saya sebagai orang Kalimantan seneng gitu lho, tiba-tiba ketipu. Nah ini jadi soal," ungkapnya.

Untuk itu menurutnya terkait dengan rencana pemindahan ibu kota Jokowi harus lebih banyak belajar lagi dari para pendahulunya.

Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Diklaim Akan Untungkan Manado

"Kami tidak mengkritik dalam konteks ibu kota baru. Tapi kami mengkritik kalo ini khayalan yang tidak konkret. Kenapa? Banyak energi masyarakat, baik orang Jakarta maupun orang kalimantan. Orang Jakarta pengembang sudah ada iklan kan? Hari ini viral urusan ibu kota ini. Tapi kalo ini realitanya kaya Esemka, apa yang terjadi? Ini kan bius-bius politik saja," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: