Di Lapas Cipinang 30 Petugas Awasi 4000 Warga Binaan, Berat Euy!

Headline
Ilustrasi lapasIlustrasi lapas

Pantau – Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Abdul Aris mengungkapkan jumlah petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan warga binaan yang tidak seimbang. Di antaranya seperti di Lapas Cipinang, Jakarta.

“Seperti di Lapas Cipinang, hanya 30 orang sekali jaga mengawasi 4.000. Bagaimana beratnya,” kata Abdul seperti dilansir dari Antara, Senin (27/6/2022).

Menurut Abdul, kurangnya petugas lapas jika dibandingkan dengan jumlah warga binaan seringkali menyebabkan berbagai permasalahan. Ia mengatakan permasalahan di lapas tidak hanya keamanan saja, tapi juga masalah lain seperti ketersediaan air bersih, kebersihan, sanitasi dan limbah.

Meski demkikian, pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada warga binaan di semua lapas. Mereka menyelenggarakan banyak kegiatan pembinaan keterampilan, termasuk kepada warga binaan perempuan.

“Ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan dari pagi sampai sore, beberapa kegiatan seperti seni, tata boga, menjahit, kegiatan kerajinan, dan hal-hal lain,” kata Abdul.

Terkait warga binaan yang hamil dan melahirkan, lapas menyediakan tenaga medis yang membantu proses kelahiran.

“Di lapas perempuan ini, yang melahirkan ditangani langsung oleh dokter di situ bersama dengan tenaga kesehatan,” katanya.

Begitu juga untuk bayi yang baru dilahirkan dapat dirawat di dalam lapas bersama ibunya hingga memasuki usia 2 tahun.

“Di Malang, ada dua bayi yang masih dititipkan di dalam lapas bersama ibunya sampai umur yang bersangkutan mencapai 2 tahun,” katanya.

Selain itu juga diberikan tambahan asupan gizi bagi ibu-ibu setelah melahirkan.

Ditjen Pemasyarakatan menjamin akan terus berupaya mencegah segala perbuatan buruk terjadi di lapas dengan mengingatkan petugas lapas untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Tim Redaksi
Editor
Muhammad Rodhi