Pantau Flash
Lin Dan Putuskan Pensiun
DPR Setujui Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2 Triliun
Bertambah 1.447, Kasus Positif Korona di RI Tembus Angka 62.142 Jiwa
Pertama Kalinya dalam 62 Tahun, Sony Akan Berganti Nama
Kreativitas Jadi Kunci e-Commerce saat Lebaran Selama Pandemi COVID-19

Diduga Gara-gara Rokok, Hutan Konservasi Gunung Salak Terbakar

Diduga Gara-gara Rokok, Hutan Konservasi Gunung Salak Terbakar Api yang masih menyala di kawasan konservasi Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Foto: Antara/Aditya Rohman)

Pantau.com - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) yang berada di Blok Legok Ipong Pasir Malang, Kampung Cihandeulem, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terbakar. Kebakaran itu menghanguskan sekitar tiga hertare kawasan konservasi. 

"Kami (relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sukabumi bersama petugas dari BTNHGS, Pemadam Kebakaran  Kabupaten Sukabumi, Koramil dan Polsek Cidahu dan potensi SAR lainnya sudah ke lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar lahan kawasan konservasi itu sejak Kamis, (7/11)," kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu BPBD Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni di Sukabumi, Jumat (8/11/2019).

Meski api sudah padam, kepulan asap muncul dan kebakaran kembali terjadi tepatnya di Kampung Legoknyenang. Hingga saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi tepatnya di Desa/Kecamatan Cidahu.

Baca juga: Kalimantan Selatan Masih Dilanda Kebakaran Lahan

Kuat dugaan kebakaran kawasan konservasi ini akibat puntung rokok yang masih menyala yang dibuang orang tidak dikenal saat sedang mencari ranting atau kayu bakar.

Dia mengatakan beratnya medan dan sulitnya petugas serta peralatan pemadam kebakaran menembus lokasi sehingga, membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memadamkan. Tapi diduga masih ada titik bara yang masih menyala menyebabkan api kembali menyala.

"Petugas gabungan saat ini terus berupaya memadamkan api yang kembali muncul dan jika melihat kondisi cuaca yang seperti in cukup terik dan kering luas lahan yang terbakar akan bertambah," ujarnya.

Baca juga: Video Viral Asap Hitam Pekat Penambangan Karst di Karawang Tutupi Jalan

Jujun mengatakan api yang masih menyala ada di dua titik dan untuk menuju lokasi sangat sulit dijangkau. Petugas pun saat ini masih mencoba menuju titik api untuk memadamkan.

Selain itu, kendaraan pemadam kebakaran milik BTNGHS yang sudah disiapkan untuk memadamkan api masih bertahan di bawah gunung yang disebabkan tidak bisa masuk karena, untuk menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: