Dihujat Netizen, Johnny Plate Beberkan Persoalan Blokir PSE PayPal dan Steam

Headline
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Pantau – Dibanjiri hujatan netizen di media sosial, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akhirnya buka suara menyusul pemblokiran PayPal, Steam, hingga Epic Games lantaran bermasalah dalam pendaftaran PSE Lingkup Privat.

Ia menyebut, Kemenkominfo memerhatikan aspirasi para warganet yang memprotes pemblokiran aplikasi layanan tersebut. Johnny mengaku telah menormalisasi terhadap sejumlah layanan.

“Tugas Kemenkominfo itu menegakkan aturan PSE yang tertuang dalam PP No 71/2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Pemenkominfo No 5/2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE)Lingkup Privat,” katanya saat mendaftarkan Partai NasDem sebagai peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).

7 perusahaan belum daftar PSE

Johnny menyebut ada 7 perusahaan belum mendaftarkan PSE Lingkup Privat. Ia juga menekankan bahwa pihaknya masih berkomunikasi dengan 7 perusahaan tersebut, termasuk kedutaan negara sahabat.

“Kami telah melakukan normalisasi kegiatan di dalam ruang digital dengan catatan ya, PSE tersebut tetap harus memenuhi kewajiban pendaftarannya,” lanjut Johnny.

Dari 7 perusahaan, kata Johnny, ada 3 PSE yang tak ditemukan dalam segala ruang digital. Namun, Johnny enggan merinci 3 perusahaan yang dimaksud. Ia hanya menegaskan Kominfo telah meminta 3 perusahaan itu segera mendaftar PSE.

“Sekali lagi, setelah memperhatikan kepentingan masyarakat, normalisasi diberikan, kesempatan itu diberikan kembali dengan catatan kami akan melakukan koordinasi agar pendaftaran melalui online single submission bisa dilakukan,” kata Johnny.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino