Diperiksa Polisi Soal Novel, Dahnil Mengaku Dicecar Pertanyaan Ini

Ketum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar SimanjuntakKetum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak

Pantau.com –  Blak-blakan mengaku pesimis terhadap polisi dalam mengungkap kasus Novel Baswedan, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pun diperiksa oleh Penyidik Polda Metro Jaya terkait pernyataannya tersebut. Selama hampir 9 jam, Dahnil mengaku dicecar 24 pertanyaan oleh sembilan penyidik.


“Saya pesimis polisi mau menuntaskan kasus ini, jadi pernyataan ini yang selalu ditanyakan oleh penyidik” kata Dahnil di Jakarta, Selasa (13/1/2018).


Baca Juga:Ini Balasan Pedas KPK Soal Gugatan Pra Peradilan Fredrich Yunadi


Ia mengatakan jika polisi harus terbuka dan menerima sejumlah kritik terkait penyelidikan kasus Novel. Ketum PP pemuda Muhammadiyah ini juga menyarankan polisi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).


“Itu (TGPF) bisa membantu kepolisian dan saya mengusulkan kepada Polri kemudian mendorong juga pembentukkan TGPF kepada Bapak Presiden Jokowi,” tutur Dahnil.



Seperti diketahui, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017, yang mengakibatkan 95 persen kulit kornea mata kirinya terbakar. Peristiwa tersebut terjadi ketika KPK berhasil mengungkap kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Namun, hingga saat ini polisi  belum dapat mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut. 

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani