Disebut Terima Uang ‘Haram’ e-KTP Hingga Ratusan Miliar, Golkar Kebakaran Jenggot

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: facebook/Ace Hasan Syadzily)Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: facebook/Ace Hasan Syadzily)

Pantau.com – Ke mana aliran dana korupsi e-KTP yang dianggap telah merugikan negara hingga Rp2,3 triliun hingga kini masih menjadi pertanyaan besar. Namun dari fakta persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis 25 Januari 2018, tiga partai besar yakni PDI-P, Golkar, dan Demokrat ikut merasakan uang panas tersebut.


Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membantah partainya mendapat aliran dana mega korupsi e-KTP. “Tidak benar. Kami pastikan bahwa Golkar tidak pernah menerima dana dari sumber keuangan yang bertentangan dengan UU,” ujar Ace kepada Pantau.com, Jakarta, Jumat (26/1/2018).


Baca juga: ‘Kangkangi’ Mahfud MD Soal Korupsi e-KTP, Fahri Hamzah Seret Nama Ketua KPK


Terlebih, ia mengatakan Golkar tidak pernah menerima uang ‘tak jelas’ asalnya untuk melaksanakan kegiatan resmi Golkar seperti Munas (Musyawarah Nasional) maupun Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional), seperti yang disangkakan selama ini.


“Semua pembiayaan partai berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah diaudit,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wasekjen partai berlambang pohon beringin itu. “Jangan berandai-andai, itukan proses pengadilan masih berlangsung,” pungkasnya.


Baca juga: Geram Nama SBY Terseret Korupsi e-KTP, Demokrat: Firman Wijaya Pembohong Besar

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta