Pantau Flash
PSSI Resmi Hentikan Liga1 dan Liga 2 Musim 2020 Tanpa Juara dan Degradasi
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta

Ditolak Masuk Asrama oleh Mahasiswa, Ini Langkah Gubernur Papua

Ditolak Masuk Asrama oleh Mahasiswa, Ini Langkah Gubernur Papua Gubernur Papua Lukas Enembe ditolak masuk (Foto: Antara/Moch Asim)

Pantau.com - Gubernur Papua Lukas Enembe akan menjadwalkan ulang untuk menemui penghuni asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Sebelumnya pada Selasa petang, dia dan rombongannya ditolak masuk oleh para mahasiswa itu.

"Saya akan jadwalkan ulang, dan tim saya akan datang ke mereka untuk menunggu waktu yang tepat," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di salah satu hotel di Surabaya, Selasa malam (27/8/2019).

Baca juga: Persoalan di Papua Sebaiknya Tak Pakai Pendekatan Militer

Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan Gubernur Papua yang didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tiba di asrama mahasiswa Papua, namun kedatangan mereka ditolak, bahkan penghuninya dari dalam berteriak-teriak enggan bertemu siapapun.

Menurut dia, sikap penolakan tersebut berawal dari kurangnya koordinasi, kemudian terlalu cepat sehingga muncul emosi.

"Tapi, tidak apa-apa, yang penting kita aman, Jatim aman, Papua aman dan di mana-mana aman," ucapnya.

Lukas juga mengaku belum mengetahui secara pasti data penghuni di asrama Jalan Kalasan, termasuk kepastian jumlah maupun status kemahasiswaannya.

"Kami belum tahu, apakah di dalam itu mahasiswa semua atau ada yang tidak kuliah. Yang pasti, nanti saya koordinasikan dulu dengan tim untuk dijadwalkan ulang," katanya.

Baca juga: Bendera Bintang Kejora Berkibar 1,5 Jam di Kantor Bupati Deiyai

Sementara itu, disinggung tentang pemasangan spanduk bertuliskan "Lepas Garuda" dan "Referendum is Solution" di pagar asrama tepat setelah rombongannya pergi, Lukas Enembe mengaku sudah mengetahuinya dan menegaskan bahwa sikap (referendum) menjadi wewenang di Pemerintah Pusat.

"Saya sudah melaporkan ke Presiden tentang hal itu. Yang jelas, Papua tetap bagian Indonesia," katanya menegaskan.

Pada kesempatan konferensi pers tersebut, turut hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH