Pantau Flash
Quartararo Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Qatar
Ji Xinping: Perjuangan China Hadapi Korona Masih pada Tahap Genting
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua

Ditolak Masuk Asrama oleh Mahasiswa, Ini Langkah Gubernur Papua

Ditolak Masuk Asrama oleh Mahasiswa, Ini Langkah Gubernur Papua Gubernur Papua Lukas Enembe ditolak masuk (Foto: Antara/Moch Asim)

Pantau.com - Gubernur Papua Lukas Enembe akan menjadwalkan ulang untuk menemui penghuni asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Sebelumnya pada Selasa petang, dia dan rombongannya ditolak masuk oleh para mahasiswa itu.

"Saya akan jadwalkan ulang, dan tim saya akan datang ke mereka untuk menunggu waktu yang tepat," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di salah satu hotel di Surabaya, Selasa malam (27/8/2019).

Baca juga: Persoalan di Papua Sebaiknya Tak Pakai Pendekatan Militer

Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan Gubernur Papua yang didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tiba di asrama mahasiswa Papua, namun kedatangan mereka ditolak, bahkan penghuninya dari dalam berteriak-teriak enggan bertemu siapapun.

Menurut dia, sikap penolakan tersebut berawal dari kurangnya koordinasi, kemudian terlalu cepat sehingga muncul emosi.

"Tapi, tidak apa-apa, yang penting kita aman, Jatim aman, Papua aman dan di mana-mana aman," ucapnya.

Lukas juga mengaku belum mengetahui secara pasti data penghuni di asrama Jalan Kalasan, termasuk kepastian jumlah maupun status kemahasiswaannya.

"Kami belum tahu, apakah di dalam itu mahasiswa semua atau ada yang tidak kuliah. Yang pasti, nanti saya koordinasikan dulu dengan tim untuk dijadwalkan ulang," katanya.

Baca juga: Bendera Bintang Kejora Berkibar 1,5 Jam di Kantor Bupati Deiyai

Sementara itu, disinggung tentang pemasangan spanduk bertuliskan "Lepas Garuda" dan "Referendum is Solution" di pagar asrama tepat setelah rombongannya pergi, Lukas Enembe mengaku sudah mengetahuinya dan menegaskan bahwa sikap (referendum) menjadi wewenang di Pemerintah Pusat.

"Saya sudah melaporkan ke Presiden tentang hal itu. Yang jelas, Papua tetap bagian Indonesia," katanya menegaskan.

Pada kesempatan konferensi pers tersebut, turut hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional