Dituduh Bungkam Sejumlah Pihak Pakai Rp30 Miliar, Ahmad Sahroni Kembali Laporkan Adam Deni ke Polisi

Headline
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Antara)Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Antara)

Pantau – Ahmad Sahroni kembali melaporkan pegiat media sosial yang baru saja divonis 4 tahun penjara, Adam Deni Gearaka, terkait pencemaran nama baik. Laporan tersebut dibuat Sahroni pada Kamis (30/6/2022) malam.

Seperti yang dilihat Pantau.com pada akun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88, ia mengunggah dua buah laporan ke pihak Bareskrim Polri terkait pencemaran nama baik. Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu dituduh membungkam sejumlah pihak dengan uang senilai Rp30 miliar.

“Mulut mu harimau mu… Per hari ini saya melaporkan manusia yang menuduh saya membungkam pihak-pihak terkait dengan jumlah senilai 30 hanya untuk membungkam,” tulis Sahroni dalam pada Jumat (1/7/2022).

“Anda berkata kata seenak jidad tapi anda tidak sadari. Bahwa perkataan anda bisa menyebabkan diri anda kena masalah hukum lanjutan,” tambah Sahroni di postingan tersebut.

Dilihat dari surat tersebut, Sahroni telah melaporkan tentang pidana Pencemaran nama baik melalui media elektronik. Adam Deni dinilai melanggar Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal dan/atau Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

Pelanggaran yang dilakukan Ahmad diduga dilakukan pada Selasa (28/6/2022).

Seperti diketahui sebelumnya, Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari pun divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 5 bulan usai terbukti bersalah dengan sengaja tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan, dan menyembunyikan dokumen eletronik orang lain yang bersifat rahasia.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan, dan menyembunyikan dokumen eletronik orang lain yang bersifat rahasia yang mengakibatkan terbukanya suatu informasi yang bersifat rahasia,” kata Hakim Ketua Rudi Kindarto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (28/6/2022).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun denda Rp1 miliar subsider 5 bulan,” tambah Hakim Ketua Rudi Kindarto.

Adam Deni dan Ni Made diyakini jaksa melanggar Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia