Pantau Flash
Gagal Beli MU, Putra Mahkota Arab Saudi Akan Akuisisi Newcastle United
BNPB Kirim Ribuan Masker N65 untuk WNI di China
Draf RUU Cipta Lapangan Kerja Akan Dipublikasikan Pekan Ini
Satu Juta Orang Lebih Mendukung Petisi Kobe Bryant Jadi Logo Baru NBA
Menkeu Sebut Virus Korona Timbulkan Pesimisme pada Perekonomian

Dokter Sebut Fuad Amin Meninggal Akibat Sakit Komplikasi

Dokter Sebut Fuad Amin Meninggal Akibat Sakit Komplikasi Fuad Amin (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Fuad Amin meninggal dunia akibat sakit komplikasi. 

Direktur Penunjang Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Dr dr Hendrian D. Soebagjo, Sp.M.(K) mengatakan mantan Bupati Bangkalan itu meninggal pukul 16.02 WIB sore tadi setelah dirawat di RSUD Sidoarjo sejak 14 September 2019.

"Meninggal karena penyakit tua. Ada komplikasi, tapi kami tidak menyebut diagnosa," kata Hendrian di RSUD dr Soetomo Graha Amerta Surabaya, Senin (16/9/2019).

Setelah kabar meninggalnya Fuad Amin tersebar, banyak pejabat dari Bangkalan ke rumah sakit untuk memastikan informasi tersebut.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Fuad Amin Sempat Dua Hari Dirawat di Graha Amerta

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga datang ke Graha Amerta didampingi sejumlah pimpinan rumah sakit.

"Pejabat dari Bangkalan hampir semua hadir. Begitu juga dari Kemenkumham dan Gubernur Jatim," kata Hendrian.

Rencananya, jenazah Fuad Amin akan dipulangkan ke Bangkalan setelah proses administrasinya tuntas.

Dalam proses hukumnya, vonis terhadap Fuad Amin diperberat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 3 Februari 2016 menjadi 13 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pencabutan hak memilih dan dipilih selama lima tahun sejak selesai menjalani pidana penjara.

Baca juga: Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron Meninggal Dunia

Putusan itu memperberat putusan di tingkat pengadilan negeri yaitu pada 19 Oktober 2015 saat Fuad Amin divonis delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara ditambah perampasan uang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang yaitu sebesar Rp234,07 miliar dan 563,322 ribu dolar AS.

Fuad Amin saat ini masih sedang mengajukan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: