Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

DPR Minta Pemerintah Segera Ajukan Konsep Pemindahan Ibu Kota

DPR Minta Pemerintah Segera Ajukan Konsep Pemindahan Ibu Kota Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi II di DPR RI Herman Khaeron meminta kepada pemerintah untuk mengajukan terlebih dahulu konsep terkat dengan rencana pemindahan ibu kota kepada DPR.

Menurutnya, pemindahan ibu kota perlu regulasi yang jelas dan sebagai payung hukum kebjakan.

"Pemerintah harus mengajukan dulu konsep ke DPR. Itu yang benar, karena harus ditetapkan dengan Undang-undang," kata Herman kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga: Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Fadli Zon Usul Dilakukan Referendum

Konsep tersebut juga harus dibuka kepada publik pasalnya pemindahan ibu kota juga bersinggungan dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat.

"Berapa juta pegawai pusat yang harus berkantor di Kalimantan? Bagaimana dengan keluarganya? Apakah sarana pendukungnya sudah diperhitungkan? Rumah tinggal, rumah sakit, sekolah pada semua tingkatan, pangan, dan bagaimana kemampuan ekonomi pegawai jika harus pulang pergi ke rumahnya di Jakarta, Jabodetabek dan sekitarnya. Jadi tidak sederhana," ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman juga tak mau pemindahan ibu kota ini justru menjadi beban 70 persen masyarakat. Untuk itu, sambungnya, diperlukan pembicaraan dari berbagai aspek.

Baca Juga: Ibu Kota Indonesia Bakal Pindah ke Kalimantan Timur, Ini 5 Desainnya

"Sebaiknya dibicarakan berbagai aspek dan dampaknya, serta terencana dengan matang. Sambil dibahas RUU nya," tuturnya.

Sementara di sisi lain, Politisi Partai Demokrat ini menilai sebenarnya belum urgent pemindahan ibu kota dilakukan. Sebab, kondisi perekonomian dunia juga sedang tidak bersahabat.

"Yang urgent adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan mensejahterakan rakyat. Situasi ekonomi dunia sedang kurang baik, bahkan beberapa pengamat berpendapat akan terjadi resesi ekonomi di asia, kita harus waspada dan fokus di ekonomi," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: