DPR Minta Perusahaan Farmasi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut Dikenai Sanksi Pidana dan Perdata

Headline
Ahmad Sahroni, Dalam Raker Komisi III DPR RI (Tangkap Layar)

Pantau – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta perusahaan farmasi yang sudah menjadi tersangka dalam kasus gagal ginjal akut harus ditindak secara pidana dan perdata.

Menurut Sahroni, korporasi nakal dalam kasus ini harus diberantas karena telah membuat ratusan anak meninggal dunia.

“Tindakan mereka telah membuat ratusan korban yang harus meregang nyawa. Jadi, saya harap tidak hanya ranah pidana, tapi juga gugatan perdata,” ujar Sahroni, Kamis (17/11/2022).

Ia turut mendesak Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus gagal ginjal tersebut. Ia juga meminta agar pengusutan dilakukan secara cepat.

“Mohon dipercepat prosesnya agar kita memiliki kepastian hukum terkait pihak-pihak yang harus bertanggung jawab,” lanjutnya.

Politisi Partai Nasdem itu berharap, para pelaku harus bertanggung jawab terhadap para korban dan keluarganya terkait kasus gagal ginjal akut.

“Tindakan semena-mena pelaku sudah sangat merugikan dan membahayakan,” tandasnya.

Sebagai informasi, sebanyak empat perusahaan farmasi dan supplier bahan baku obat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak.

Dua korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh BPOM yakni PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical.

Sementara dua korporasi lainnya, yakni perusahaan farmasi PT Afi Farma dan supplier bahan baku obat CV Samudera Chemical ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Tim Pantau
Reporter
Aditya Andreas
Penulis
Aditya Andreas