Pantau Flash
Baku Tembak dengan TNI-Polri, 2 Teroris MIT Poso Tewas
Update COVID-19 RI: Kasus Positif Naik 6.680 dengan Total 1.341.314
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Pengamat Sebut Legalitas Minuman Beralkohol Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Presiden Jokowi Resmikan KRL Lintas Yogyakarta-Solo

DPR Tunggu Langkah Lanjutan Pemerintah Soal Pemindahan Ibu Kota

DPR Tunggu Langkah Lanjutan Pemerintah Soal Pemindahan Ibu Kota Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - DPR RI masih menunggu kajian dan usulan lebih lanjut dari pemerintah terkait rencana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Jika hal hasil kajian lanjutan sudah diberikan ke DPR maka bukan tidak mungkin proses pemindahan ibu kota bisa lebih cepat.

"Kita tunggu apa kelanjutannya, sebab kalau kaitan dengan kita adalah tentang UU. UU itu akan dimasukkan oleh pemerintah kajian berikut naskah akademik dan RUU, saya meyakini kalau itu masuk kita bisa cepat membahasnya," kata Ketua Komisi II di DPR RI, Zainudin Amali, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga: Di Acara DMZ International Korea, Megawati Bicara Soal Pemindahan Ibu Kota

Amali menyebut ada dua opsi bagi pemerintah untuk pembuatan landasan hukum. Bisa dengan menghapus UU lama dan membuat yang baru atau merevisi UU yang sebelumnya sudah ada.

"Kita lihat usulan dari pemerintah seperti apa, bisa pembuat UU baru, bisa revisi dari UU yang sudah ada UU 29/2007," ungkapnya.

Amali menjelaskan, memang rencana pemindahan ibukota tidak sekedar terkait satu UU saja soal penjelasan di mana kedudukan ibukota itu sendiri.

Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Diklaim Akan Untungkan Manado

Tetapi, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini, pemerintah harus segera menyelesaikan UU lokasi ibu kota untuk dapat membangun tahap awal.

"Kalau ada UU lain yang terkait silahkan jalan pararel aja, tapi UU yang pokoknya yang harus kita selesaikan," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: