Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Draf Revisi UU MD3 Soal Penambahan Kursi Pimpinan MPR Sudah Dibuat

Draf Revisi UU MD3 Soal Penambahan Kursi Pimpinan MPR Sudah Dibuat Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Wakil Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo mengungkapkan, bahwa Badan Legislasi (Baleg) DPR sudah menyiapkan draf untuk merevisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) khususnya terkait dengan penambahan kursi pimpinan MPR.

Firman mengatakan, draf revisi tersebut terkait dengan penambahan kursi pimpinan MPR yang sebelumnya hanya 5 kursi pimpinan saja, kini menjadi 10 kursi, yakni 9 wakil pimpinan MPR plus satu ketua.

Baca Juga: Usulan 10 Kursi Pimpinan, Fahri Singgung Tugas MPR Hanya Simbolik

"Yang saya pernah lihat itu di Baleg itu memang sudah dibuat suatu draf, draf ini adalah memang tugas dari Baleg untuk menyiapkan bila mana suatu waktu-waktu itu diperlukan, itu hanya 9+1. Itu yang saya lihat," kata Firman kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).

Firman menuturkan memang dalam perjalanannya draf tersebut sengaja sudah disiapkan seiring dengan kepentingan lobi-lobi di DPR. Hanya saja, Firman menegaskan bahwa draf tersebut belum secara resmi dibahas di Baleg DPR.

"Ini masih dalam draf yang disiapkan oleh Baleg yang secara resmi bukan dari materi yang harus kita bahas, karena masih ada menunggu keputusan dari pimpinan partai," ungkapnya.

Lebih lanjut, Firman mengatakan situasi setiap fraksi-fraksi di DPR itu sangat dinamis. Begitu juga dengan adanya usulan penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 kursi.

Baca Juga: PPP Sebut Koalisi Jokowi Terbuka Penambahan Kursi MPR 8 atau 10 Kursi

"Nah saya untuk menjawab itu saya belum bisa memastikan apakah sepakat atau tidak sepakat karena ini adalah merupakan keputusan fraksi dari perpanjangan partai, tentunya fraksi masing-masing akan menunggu instruksi dari ketum-ketum masing-masing," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: