Dua Anggota DPR diperiksa Terkait Perkara Bowo Sidik dengan Kemendag

Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua anggota komisi VI DPR RI sebagai saksi dalam kasus suap Bowo Sidik (mantan anggota Komisi VI DPR). Keduanya diperiksa dalam kapasitas posisinya sebagai mitra dari Kementerian Perdagangan. 

Dalam jadwal pemeriksaan KPK hari ini dituliskan dua saksi tersebut di antaranya, anggota Komisi VI DPR Fraksi Hanura Inas Nasrullah Dzubir dan anggota komisi VI DPR Fraksi PAN Nasril Bahar.

“Saksi dari unsur Anggota DPR-RI Komisi VI diagendakan pemeriksaan sebagai saksi terkait dengan posisinya sebagai mitra kerja Kementerian Perdagangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (18/6/2019). 

Baca juga: KPK Panggil Dua Anggota Komisi VI DPR Dalami Kasus Bowo Sidik

“Saksi atas nama Inas Nasrullah Dzubir dan Nasril Bahar sudah datang memenuhi panggilan penyidik pagi ini,” tambahnya. 

Kedua anggota DPR itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung, pihak swasta yang diduga sebagai perantara pemberi suap kepada Bowo. 

Saat ini Bowo dan Indung telah berstatus tersangka KPK karena diduga menerima suap terkait kerja sama pengapalan distribusi pupuk PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). 

Baca juga: Penyuap Bowo Sidik Segera Disidang

Selain suap, KPK juga mendalami pemberian gratifikasi yang diduga juga diterima Bowo. Sebelumnya dikabarkan bahwa Bowo juga pernah menerima uang Rp2 miliar dari Menteri Perdagangan Enggartiasto untuk mengamankan pembahasan peraturan menteri perdagangan tentang perdagangan gula kristal rafinasi di DPR. 

Dalam proses penyidikan, Penyidik KPK juga telah memeriksa ketua panitia penyelenggara lelang gula kristal rafinasi Subagyo sebagai saksi pada 28 Mei lalu. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N