Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Dua Mahasiswa Diciduk, Diduga Pembunuh Anak Eks Ketua KPU Nias Utara

Dua Mahasiswa Diciduk, Diduga Pembunuh Anak Eks Ketua KPU Nias Utara Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Polisi menangkap dua mahasiswa terkait pembunuhan terhadap anak mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Keduanya diringkus pada Senin malam, 26 Agustus 2019.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan yang dikonfirmasi soal penangkapan tersebut mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih rinci karena para terduga pelaku pembunuhan masih diperiksa.

"Sementara kita tunggu dulu hasil pemeriksaan, karena mereka masih terduga pelaku," ujarnya pada Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Anak Eks Ketua KPU Nias Utara Tewas, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Oknum mahasiswa BW dan NZ diamankan di rumahnya di Jalan Pelita Damai, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin malam kemarin, sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara, Juan, seorang warga Jalan Pelita Damai yang ditemui saat terduga pelaku diamankan, memberitahu terduga pelaku dan korban masih tetangga.

Dia bahkan mengungkapkan terduga BW (oknum mahasiswa yang sehari harinya menarik becak mesin) sebelumnya pernah mencuri di rumah korban, tetapi telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"BW dan DZ adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Gunungsitoli, sedangkan DW dan DTW masih pelajar," katanya.

Baca juga: Mayat Terbakar Dalam Mobil, Polisi Sebut Empat Pembunuh Bayaran Kabur

Selain itu, polisi juga memeriksa lima warga sebagai saksi karena membeli telepon seluler milik korban.

Polisi juga berhasil mendapat barang bukti martil dan besi yang digunakan untuk menghabisi korban di sekitar rumah korban dan terduga pelaku.

Selain telepon seluler milik korban, polisi berhasil mengamankan barang bukti laptop milik korban yang disimpan terduga pelaku BW di gudang belakang rumah.

Terduga DW dihadiahi timah panas oleh polisi di kedua kaki karena berusaha kabur saat dibawa mencari barang bukti.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: