Pantau Flash
Rano Karno Terima Uang Rp1,5 Miliar dari Tubagus Chaeri Wardana?
Mahathir Mohamad Mundur Sebagai Perdana Menteri Malaysia
WNI di Diamond Princess: Pak Jokowi, Jangan Biarkan Kami Mati Perlahan
Asap Tebal Selimuti Gedung DPR RI
Melonjak Rp5.000, Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi

Dua Sopir Truk Jadi Tersangka dalam Kasus Kecelakaan Tol Cipularang

Headline
Dua Sopir Truk Jadi Tersangka dalam Kasus Kecelakaan Tol Cipularang Situasi pasca tabrakan beruntun di Tol Cipularang. (Foto: Antara/Ali Khumaini)

Pantau.com - Dua sopir dump truk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta yang melibatkan 20 kendaraan pada Senin kemarin.

"Hari ini kita menetapkan dua sopir dump truk sebagai tersangka. Tersangka pertama sopir dump truk berinisial DH dan yang kedua berinisial S," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius, saat konferensi pers di Mapolres Purwakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Mencekam! Begini Detik-detik Sebelum Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Tersangka DH merupakan sopir dump truk nopol B-9763-UIT. Sedangkan tersangka berinisial S sopir dump truk nopol B-9410-UIU. Ia mengatakan, dua sopir dump truk itu ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan keterangan saksi-saksi dan berdasarkan barang bukti yang ada di tempat kejadian.

Penetapan dua tersangka itu juga berdasarkan bukti lain yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara serta hasil olah barang bukti

"Jadi dapat disimpulkan, dua sopir dump truk ini ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Selain dasar-dasar tersebut, ada unsur lain yang menyebabkan dua sopir dump truk itu ditetapkan tersangka, di antaranya kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan, termasuk unsur kelalaian yang mengakibatkan kerugian material.

Hal lainnya, kata Matrius, dua tersangka itu membawa muatan tanah merah melebihi batas yang telah ditentukan. Idealnya satu dump truk memuat 12 ton. Tapi kedua dump truk itu masing-masing membawa 37 ton muatan tanah merah.

"Jadi dua tersangka ini membawa material tanah melebihi batas. Kelebihan muatan 25 ton," katanya.

Baca juga: Tol Cipularang KM 90 Sering Jadi Lokasi Kecelakaan, Menhub Akan Evaluasi

Akibat kelebihan muatan itu, dump truk yang masing-masing dikemudikan DH dan S mengalami gangguan fungsi rem saat melintasi jalan Tol Cipularang yang kondisinya menurun sepanjang tujuh kilometer, sehingga dump truk itu terbalik.

Awalnya dump truk yang dikemudikan tersangka berinisial DH yang terbalik akibat mengalami gangguan fungsi rem. Kondisi itu mengakibatkan 18 kendaraan lainnya mengalami perlambatan.

Di saat bersamaan melintas dump truk yang dikemudikan tersangka S yang akhirnya menabrak seluruh kendaraan yang ada di depannya.

Dalam kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan ini, pihak kepolisian hanya menahan satu tersangka, yakni sopir dump truk S.

"Tersangka DH gugur secara hukum, karena menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan beruntun itu," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu menewaskan 8 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: