Pantau Flash
Robert Minta Pemain Persib Hindari Kerumunan Saat Jalani Latihan Mandiri
Wow, Ternyata Ada Tiga Juta Warga Luar DKI yang Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta
Menteri Halim Ajak Kampus Bersinergi Bangun Desa
Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan pada Malam Nanti
Keren! Greysia/Apriyani Tembus ke Final Olimpiade Tokyo

Dugaan Polisi Siksa 3 Bocah di Buton, Pimpinan Komisi III Minta Propam Polri Turun Tangan

Dugaan Polisi Siksa 3 Bocah di Buton, Pimpinan Komisi III Minta Propam Polri Turun Tangan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memeriksa dan mengusut adanya dugaan oknum Polisi di Buton, Sulawesi Tenggara yang melakukan penganiayaan terhadap tiga orang anak saat proses pemeriksaan.

"Kejadian ini sangat memalukan dan Propam Polri selaku organisasi di Kepolisian yang bertugas mengawasi dan menindak para anggotanya wajib memeriksa dan mengusut para oknum yang terlibat," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Ada Pegawai Curi Emas Barang Bukti, DPR Minta KPK Evaluasi Sistem Pengawasan

Dia mengatakan dugaan kekerasan yang dilakukan personil Polisi terhadap masyarakat bukan sekali terjadi sehingga sangat memalukan. Karena itu dia mendesak Propam Polri untuk memeriksa anggotanya, dan apabila terbukti melakukan kesewenang-wenangan, maka Polri wajib pecat anggota tersebut.

Sahroni mengingatkan agar kejadian kekerasan seperti itu jangan sampai terjadi lagi karena akan merusak nama institusi dan merusak reputasi Polisi di masyarakat.

“Salah satu visi dari Kapolri membuat polisi lebih humanis, lebih melayani masyarakat, jadi praktek-praktek arogan seperti ini sudah harus dimusnahkan," ujar Sahroni.

Baca juga: Pimpinan Komisi III: Teroris Biasanya Sangat Nurut dan Mendengarkan Ulamanya

Dia juga meminta Propam Polri wajib memastikan kejadian seperti itu tidak terulang kembali karena jangan sampai nama institusi rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang anak berinisial AG (12), RN (14), dan AJ (16), bersama MS (22) mengaku disiksa dan dipaksa oleh oknum aparat Polsek Sampuabalo, untuk mengakui sebagai pelaku pencurian. Keempat orang tersebut merupakan warga Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Syahrul

Berita Terkait: