Pantau Flash
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia
Pasar Cempaka Putih Kebakaran, Damkar Sempat Alami Kesulitan Air

Dukun Pengganda Uang Ditangkap, Korbannya Tertipu Rp1,7 Miliar

Dukun Pengganda Uang Ditangkap, Korbannya Tertipu Rp1,7 Miliar Dukun palsu (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menangkap Ratna Lasmini (39), seorang dukun palsu pengganda uang yang beroperasi di Katibung, Lampung Selatan, Lampung.

"Tersangka kami tangkap bersama dua rekannya berinisial SP (38) dan M (56). Ketiganya kami tangkap di kediamannya masing-masing di wilayah Katibung," kata Direktur Ditreskrimum Polda Lampung Kombes M Barly, di Bandarlampung, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Usai Tembak Warga, Oknum Anggota TNI Kecelakaan hingga Tewas

Barly mengatakan, tiga tersangka itu ditangkap pada Rabu kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka ditangkap setelah adanya lima korban yang melapor terkait penipuan uang dengan jumlah sebesar Rp1,7 miliar.

Ketiga pelaku itu, juga telah melakukan penipuan dengan modus ganda uang selama tiga tahun.

"Dari laporan itu, kami kembangkan dan kami berhasil menangkap para pelaku," katanya.

Hasil pemeriksaan, tiga tersangka itu ternyata telah melakukan penipuan dengan jumlah korban sebanyak 42 orang. Selain modus menggandakan uang, para pelaku juga mendirikan sebuah padepokan dan mencari korban untuk direkrut.

Baca juga: Misteri Penemuan Tulang Manusia di Tanjung Priok, Begini Ceritanya

Setelah merekrut para korban, kemudian para pelaku melakukan kegiatan ritual dengan diimingi jika melakukan ritual maka akan bertambah uang yang telah diserahkan kepada para pelaku.

"Para korban mereka ini bermacam-macam mulai dari pegawai negeri sipil (PNS) hingga pejabat. Atas perbuatan ketiganya, kami mengenakan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara," kata dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta