Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Dukung PB Djarum Lanjutkan Audisi Bulutangkis, Ganjar Siap Pasang Badan

Headline
Dukung PB Djarum Lanjutkan Audisi Bulutangkis, Ganjar Siap Pasang Badan Ganjar Pranowo (Foto: Antara)

Pantau.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pasang badan terkait dengan wacana dihentikannya audisi umum beasiswa bulu tangkis yang digelar oleh PB Djarum, lantaran berseteru dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Saya minta PB Djarum silakan lanjutkan audisi. Gubernur Jawa Tengah tanggung jawab penuh jika ada apa-apa," katanya di Semarang, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Audisi PB Djarum Dihentikan, Tradisi Emas Olimpiade Terancam

Ganjar mengaku sudah menghubungi langsung pengurus PB Djarum yang berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan meminta audisi beasiswa bulu tangkis dilanjutkan.

Berdasarkan informasi yang Ganjar terima, PB Djarum secara manajemen berbeda dengan PT Djarum Kudus yang memproduksi rokok. PB Djarum telah melakukan pembinaan bulutangkis sejak 1969 dan selama ini tidak pernah berbicara tentang rokok.

"Kata pengurus PB Djarum, 'Pak saya ini tidak bisnis rokok, saya ini cuma mengelola ini saja, cuma mengelola badminton. Lha kok saya disalahkan', begitu katanya," ujar Ganjar menirukan percakapannya dengan pengurus PB Djarum.

Menurut Ganjar, menjadi tuduhan yang aneh jika proses pembinaan yang dilakukan selama ini oleh PB Djarum dikatakan sebagai bentuk eksploitasi anak.

"Bayangkan, sejak 1969 lho, usia saya saat itu baru setahun mereka (PB Djarum.red) sudah konsen dalam pembinaan atlet, kok tiba-tiba sekarang disalahkan," kata Ganjar.

Baca juga: Soal KPAI vs PB Djarum, Fahri Hamzah: KPAI Ada-ada Aja!

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, keterlibatan swasta dalam program pembinaan atlet sangat penting karena diakui atau tidak, prestasi olahraga di Indonesia saat ini masih jelek.

Kendati mendukung audisi bulu tangkis PB Djarum terus berlanjut, Ganjar meminta dorongan publik untuk membubarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dihentikan dan meminta tidak ada lagi hastag #BubarkanKPAI di berbagai akun media sosial.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: