Epidemiolog Ingatkan Tak Boleh Abai Meski Kasus COVID-19 Melandai

Ilustrasi. (Foto: Antara)Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.com – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa tidak boleh ada tindakan abai meski kasus COVID-19 di Indonesia saat ini tengah melandai dan sudah banyak yang telah menjalani vaksinasi COVID-19.

“Di tengah pelandaian sebetulnya momentum yang punya dua sisi yang harus kita apresiasi, tapi di satu sisi ini yang harus kita waspadai. Karena cenderung, di manapun dalam pengamatan saya, kalau melandai, abai,” ujar Dicky dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 yang dipantau dari Jakarta pada Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Mulai Hari Ini Hingga 13 Desember Mendatang, Kapasitas Pengunjung Mall Kembali Dibatasi 50 Persen

Dicky mengatakan melandainya kasus COVID-19 di Indonesia saat ini adalah hal yang harus diapresiasi, karena merupakan buah usaha dari pekerjaan yang tidak mudah dan melalui banyak pengorbanan.

Pelandaian itu, terutama dari gelombang kedua saat angka penularan COVID-19 meningkat, dan usaha yang harus dilalui untuk mencapainya harus diingat agar tidak terjadi lagi situasi yang sama.

Dia mengingatkan bahwa krisis yang diakibatkan pandemi belum usai di Indonesia dan masih ada beberapa pekerjaan rumah seperti cakupan vaksinasi yang perlu semakin diperbanyak terutama di luar Jawa dan Bali.

“Namanya potensi gelombang ketiga, namanya ancaman varian baru apapun itu adalah juga dipengaruhi seberapa banyak jumlah penduduk kita yang rawan secara imunitas,” tegas Dicky.

Baca juga: Satgas Keluarkan Aturan Terbaru Soal Perjalanan Natal dan Tahun Baru

Untuk itu protokol kesehatan 5M serta upaya 3T dan vaksinasi menjadi langkah yang harus dilakukan untuk mewaspadai masih adanya potensi penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan surveilans untuk memastikan pemahaman pengambil kebijakan terhadap situasi penyebaran varian yang dan karakternya.

rn

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi