Pantau Flash
Jepang Jalani 'The New Normal' Usai Status Darurat COVID-19 Dicabut
Peneliti LIPI Prediksi Warga yang Kembali ke Jakarta Sedikit
Ketegangan AS- China buat Rupiah Melemah Rp14.755 per Dolar
Erick Thohir: 90 Persen BUMN Terdampak COVID-19
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah

Fadli Zon Akan Bentuk Pansus Kecurangan, Waketum PAN: Tidak Relevan

Fadli Zon Akan Bentuk Pansus Kecurangan, Waketum PAN: Tidak Relevan Bara Hasibuan (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengaku tak setuju dengan wacana Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang ingin membentuk pansus Pemilu untuk mengusut kecurangan. Menurut Bara, wacana tersebut tidak relevan.

"Sama sekali tidak ada relevansinya. Sama sekali tidak relevan," kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Ini Permintaan Ahmad Dhani kepada BPN Terkait Pemilu

Bara mengatakan, saat ini tidak ada relevansi membuat pansus tersebut lantaran menurutnya tidak ada kecurangan masif yang terlihat di Pemilu serentak 2019 ini. Terlebih kata Bara, setelah melihat kunjungan mantan ketua MK Mahfud MD yang berkesempatan melihat proses rekapitulasi KPU.

"Seperti kata Pak Mahfud kemaren itu kan tidak ada kecurangan yang masif, terstruktur dan bersifat nasional. Jadi tidak ada relevansinya dan itu sudah ada mekanisme di dalam undang-undang pemilu kan kalau ada indikasi kecurangan yaitu kita harus membawa kasus ke Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah Fraksi PAN di DPR RI akan turut serta pembentukan pansus kecurangan tersebut, Bara menjawab tidak. "Saya pikir kami tidak akan ikut di situ," tandasnya.

Baca juga: Agus Rahardjo Temui Ketua KPK Arab Saudi Bahas Kerjasama Internasional

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengusulkan pembentukan pansus kecurangan Pemilu 2019. Pasalnya menurut Fadli kecurangan di Pemilu kali ini sangat terstruktur, sistematik, masif, dan brutal.

"Saya kira nanti perlu dibentuk pansus kecurangan ini. Saya akan mengusulkan meski ini akhir periode, kalau misalnya teman-teman itu menyetujui akan bagus untuk evaluasi ke depan. Karena kecurangan ini cukup masif, terstruktur, dan brutal. Mulai pra pelaksanaan, pelaksanaan dan paska pelaksanaan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 April 2019.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: