Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

Fadli Zon: Esemka Aja Gak Jadi, Apalagi Pindahin Ibu Kota!

Headline
Fadli Zon: Esemka Aja Gak Jadi, Apalagi Pindahin Ibu Kota! Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, rencana pemindahan ibu kota bisa berubah jika ada sejumlah fraksi di DPR menyatakan menolak. Bahkan Fadli mengatakan, ibu kota bakal tetap di Jakarta dan tak jadi pindah lantaran ke depan ada masalah yang lebih penting.

"Bisa dong (berubah). Bisa saja tetap di Jakarta kok. Apalagi tiba-tiba nanti tahun depan urusannya udah lain, mati listrik lagi misalnya. Kemudian apa, orang juga lupa ya kan. Nanti liat saja lah apa yang saya omongin hari ini," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: Fahri Hamzah: Bangun Ibu Kota Baru Bukan Seperti Bangun BSD dan Meikarta!

Fadli menilai perencanaan pemindahan ibu kota yang dilakukan pemerintah disebutnya sebagai rencana yang amatiran. Fadli mengatakan, seharusnya Jokowi selaku presiden mendengarkan dulu apa kemauan rakyat sebelum memindahkan ibu kota, bukan bertindak bagaikan seorang raja.

"PNS aja saya dengar sudah banyak yang mengeluh. Tidak mau dan menolak. Nah inilah karena memang dijalankan secara amatiran. Dengar dulu dong pendapat-pendapat masyarakat, para ahli, akademisi, perguruan tinggi. Bukan hanya niat mungkin karena dapat wangsit dari mana gitu," ungkapnya.

Lebih lanjut, bagi Fadli saat ini Jokowi memindahkan ibu kota tergesa-gesa. Pasalnya, Fadli beranggapan bahwa dengan dipindahkannya ibu kota Jokowi bisa meninggalkan legacy sebelum akhir masa jabatannya.

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi pada Jakarta Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

"Apalagi, kelihatan bahwa presiden ini tergesa-gesa. Saya baca statementnya diharapkan tahun 2023-2024 mungkin berharap ini menjadi legacy di masa pemerintahannya," tuturnya.

"Menurut saya nanti ini omongan presiden ini hanya nanti ujungnya bisa jadi angan angan. Seperti Esemka itu, diomongin, gak jadi. Esemka aja gak jadi apalagi pemindahan ibukota nanti 2020-2024," sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: