Pantau Flash
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020
Bersama OJK, Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Lombok Tengah
Anies Pastikan Sore Ini Tinggi Muka Air di Pintu Air Manggarai Normal

Fadli Zon Jelaskan Arti Puisi Terbarunya Berjudul 'Rakyat Bergerak'

Headline
Fadli Zon Jelaskan Arti Puisi Terbarunya Berjudul 'Rakyat Bergerak' Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat bicara mengenai puisi terbarunya yang berjudul 'Rakyat Bergerak' mengenai sindiran pemilu curang yang ditulisnya baru-baru ini. Menurut Fadli puisi tersebut merupakan refleksi suasana kebatinan perasaan masyarakat saat ini.

"Ya itu kan namanya puisi itu refleksi terhadap suasana kebatinan dan perasaan, dan memang masyarakat kalau kita lihat di Bawaslu kemarin aja sudah turun memprotes kan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Amien Rais Ganti Seruan People Power Dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat

Fadli meyakini bahwa masyarakat nantinya akan bergerak karena adanya ketidakjujuran dan ketidakadilan yang terjadi terhadap pemilu tanpa harus melihat seruan yang ada dalam puisinya tersebut. 

"Itu enggak usah diperintah, pasti mereka akan bergerak sendiri. Apalagi di dalam menuntut hak-hak mereka dan di dalam menuntut dalam hal ini hak suara mereka yang sudah disalurkan kepada kandidat," ungkapnya.

Baca juga: Infografis Barisan Penggerak People Power yang Terjerat Kasus Makar

Lebih lanjut, Fadli mengatakan, jangan salahkan jika nanti kemungkinan bakal ada aksi pada tanggal 22 Mei 2019. Pasalnya, saat ini masyarakat mempunyai logika bahwa memang people power sesuai dengan konstitusi.

"Saya kira kalau kita mengerti sejarah dari dulu yang namanya proklamasi kemerdekaan aja itu kan people power, apa namanya kalau bukan people power. Tahun 66 itu people power bukan? Tahun 66 itu ya people power, ya kalau tahun di 98 itu ya people power juga. Jadi semua itu kekuatan rakyat, rakyat yang menentukan," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: