Pantau Flash
Dilaporkan Lakukan Penganiayaan, Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka
Presiden Jokowi Didampingi Mentan Syahrul Tinjau Food Estate di Humbahas
Ada 3.520 Kasus Baru, Positif COVID-19 di RI Capai 396.454 per 27 Oktober
Ledakan Dahsyat Madrasah di Pakistan Tewaskan 7 Orang
Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Dua Tahun Bui

Fahri Hamzah Akui Ruang Sidang Kosong dalam Rapat Paripurna UU KPK

Fahri Hamzah Akui Ruang Sidang Kosong dalam Rapat Paripurna UU KPK Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengakui bahwa ruang sidang paripurna 9 siang tadi, kosong. Namun, menurut Fahri, kondisi ruang sidang yang kosong sebaiknya jangan melulu dibahas.

"Kita hanya memancing emosi masyarakat saja kalau hanya membahas ruang paripurna. Memang kenyataannya ruang paripurna kita begini," ujar Fahri saat memimpin pembahasan II RUU Sumber Daya Air, di Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Revisi UU KPK Dikebut dalam Semalam? Fahri Hamzah Angkat Bicara

Wartawan, menurut Fahri, keliru jika melihat paripurna sebagai objek foto. Padahal ruang paripurna itu cuma setuju dan tidak setuju.

"Mau 500 orang yang ambil keputusan atau hanya 5 orang, hasilnya sama saja sebab opsinya tinggal dua," ujar Fahri.

Ia mengatakan karena opsinya hanya dua, ada anggota DPR yang menjadi penonton saja dari ruangannya karena tidak mau hadir untuk voting. Pernyataan itu, disampaikan Fahri di depan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna Laoly agar bisa menjadi catatan.

Baca juga: UU KPK Disahkan, Ini Catatan Fraksi Gerindra Soal Keberadaan Dewan Pengawas

Fahri mengusulkan agar UU di masa mendatang dapat memperbaiki sistem voting di sidang paripurna, sehingga anggota dewan tidak harus hadir tapi cukup memencet tombol.

"Di luar namanya voting space, orang datang untuk voting. Tidak hadir seperti kita," ujar Fahri.

Tim Pantau
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: