Fahri Hamzah Bilang Pertemuan Ketum Partai Mengacaukan Konsep Koalisi

Headline
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Pantau – Pertemuan elite partai politik yang belakangan ini mulai marak di layar kaca dianggap tidak berguna. Pertemuan mereka dalam penjajakan koalisi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dianggap mengacaukan konsep koalisi sebenarnya.

“Konsep koalisi yang sekarang ini mengacaukan kita. Si ini ketemu si ini. Si ini ketemu si ini. Gunanya apa? Tidak ada. Ini bukan parlementer. Kalau parlementer, ketua umum partai ketemu, itu meaningfull. Kenapa? Kalau mereka bersatu, menciptakan koalisi besar itu namanya penciptaan rulling majority. Eksekutif dibentuk koalisi parlemen yang dikuasai atau dipimpin parpol. Sehingga pertemuan pimpinan parpol ada maknanya. Itu di dalam parlementariasme. Karena rakyat tidak menciptakan eksekutif dalam parlementer, rakyat hanya menciptakan legislatif,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam webinar Moya Institute: Pemisahan Pilpres dengan Pileg: Tinjauan Strategis, Jumat (24/6/2022).

Fahri mengatakan Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Di dalam sistem ini, presiden merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Presiden dipilih langsung oleh rakyat lewat proses pemilu bukan melalui parlemen. Presiden berhak mengangkat dan memberhentikan menteri.

“Sementara dalam sistem presidensial, eksekutifnya, presidennya dibentuk oleh rakyat, tapi oposisinya juga dibentuk rakyat. Dan rakyat bertransaksi langsung dengan anggota legislatif,” terang Fahri.

“Sehingga sebenarnya dua kekuatan inilah yang mengelola negara. Parpol punya hubungan ideologis dengan para pejabat yang dipilih, tapi enggak boleh ngatur-ngatur pejabat harus loyal, kalau ndak, kamu saya pecat, tidak boleh main dua kaki. Itu enggak relevan dalam tradisi demokrasi. Karena pertanggungan orang itu kepada rakyat bukan parpol. karena bukan parpol yang disumpah masuk negara, tapi pejabat publik,” lanjut Fahri.

Sebelumnya, beberapa waktu terakhir, para elite partai politik sibuk melakukan kunjungan antarsesama. Mereka mengklaim kunjungan itu sebatas silaturahmi demi bangsa dan negara.

Tim Pantau
Reporter
Tim Redaksi
Editor
Muhammad Rodhi