Pantau Flash
MenkumHAM Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto Soal Partai Berkarya
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan
Gempa M 5,3 Guncang Sumba Barat NTT, Terasa hingga Denpasar dan Mataram

Ganjar: Jangan Jadikan Tenaga Medis 'Tentara' Terdepan Hadapi COVID-19

Ganjar: Jangan Jadikan Tenaga Medis 'Tentara' Terdepan Hadapi COVID-19 Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Antara/I.C.Senjaya)

Pantau.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta berbagai kalangan agar jangan menjadikan tenaga medis sebagai "tentara" terdepan dalam menghadapi penyebaran virus korona jenis baru (COVID-19).

"Kita yang akan melawannya dengan menjaga ketertiban, menjalankan protokol kesehatan," kata dia saat memimpin apel Operasi Gabungan Penegakan Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di wilayah Kota Semarang di Semarang, Rabu (16/9/2020).

Ia menegaskan, tenaga medis adalah pertahanan terakhir dalam menghadapi pandemi virus korona jenis baru tersebut. Di Jawa Tengah, kata dia, terdapat 18.389 kasus positif COVID-19, di mana jumlah meninggal dunia mencapai 1.701 orang. "Kondisi ini butuh didukung masyarakat (untuk menghadapi pandemi). Ayo tertib," kata Ganjar Pranowo.

Baca juga: Yuhuu.. Ade Londok Dapat HP Baru dari Ridwan Kamil Gegara Odading Mang Oleh

Ia mengatakan, disiplin dalam melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, merupakan hal yang tidak sulit.

Kepada para petugas yang melaksanakan penegakan yustisi protokol kesehatan, ia meminta mereka bertindak tegas tanpa ragu, namun tetap selalu memberikan edukasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, Ganjar juga melarang gelaran Festival Kota Lama Semarang jika pelaksanannya mengerahkan massa di tengah pandemi COVID-19 ini. "Festival Kola Lama, kalau virtual go, kalau pengerahan massa no," katanya.

Baca juga: Zona Merah COVID-19 di Tangerang Didominasi Klaster Keluarga

Menurut dia, hal tersebut sudah disampaikan kepada Wali Kota Semarang. Ia menambahkan, Kota Lama Semarang merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik masyarakat mesti tanpa adanya event tertentu.

Ia juga meminta Wali Kota Semarang mempertimbangkan pelaksanaan berbagai event di masa pandemi ini. "Jangan membuat event yang sifatnya liar," katanya.

Ganjar menyentil gelaran balap lari liar sempat dilakukan di seputuaran Jalan Pahlawan Semarang pada beberapa malam lalu yang menimbulkan kerumunan orang. "Kalau memang mau balap lari kita adakan resmi, saya beri hadiah," tambahnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: