Gelar Raker, BPIP Perkuat Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong

Rapat Kerja Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (Foto: BPIP)

Pantau – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahun 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari Senin (1/8/2022) sampain dengan Kamis  (4/8/2022).

Kepala BPIP Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengakui tema kali ini sangat kental dengan penguatan karakter insan-insan Pancasila yang bekerja di BPIP. Semangat Korsa dan selalu berorientasi hasil dalam bekerja akan memperkuat institusi.

“Semangat Korsa didefinisikan sebagai semangat kekeluargaan yang positif, yaitu sebagai semangat untuk membantu, melindungi, berbagi, mengingatkan, mengisi, menjaga dengan kata lain sehati sejiwa, senasib sepenanggungan untuk bersama dalam satu keluarga BPIP,” ujarnya saat membuka acara Senin (1/8/2022).

Dirinya berharap dengan perbedaan tetapi tidak mengedepankan ego sektoral, namun harus mengedepankan kepentingan bersama untuk memajukan dan mengharumkan nama baik BPIP.

“Kita harus melepas ego instansi kita sebelumnya. Sekarang kita sudah di BPIP dengan semangat “dimana bumi di pijak, disanalah langit dijunjung,” mari kita bersatu-padu memajukan dan mengharumkan BPIP” tegasnya.

Dengan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Organisasi Melalui Semangat Korsa BPIP dan Kerja Berbasis Kinerja” ini diharapkan menjadi kapasistas organisasi yang kuat berdasarkan 4 pilar yaitu, ASN yang kompetitif dengan ukuran Indeks Profesionalitas ASN dan Nilai Sistem Merit, Pengelolaan Sistem Informasi yang andal dengan ukuran nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan nilai Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Organisasi yang akuntabel dengan ukuran nilai Reformasi Birokrasi dan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja, serta nilai Sistem Pengendalian Internal Pemerintah dan Pengelolaan anggaran yang optimal dengan ukuran opini atas Laporan Keuangan oleh BPK, dan Nilai Kinerja Anggaran, serta Indeks Kinerja Pelaksanaan Anggaran.

Ia menjelaskan isu strategis aktualisasi ideologi Pancasila dimasukkan bersama dengan penguatan revolusi mental ke dalam kelompok masalah bidang pembangunan SDM bidang karakter-kebudayaan.

“Dengan klasifikasi tersebut, penekanan yang diberikan terhadap isu ini adalah mengarahkan cara pandang kita untuk melihat Pancasila sebagai kepribadian bangsa yang mencerminkan nilai, sikap mental, dan tingkah laku bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu menurutnya, nilai-nilai ideologi Pancasila yang terkandung di dalamnya dianggap sebagai sebuah benteng pertahanan dan panduan pemajuan budaya bangsa yang dapat menjadi penyaring nilai-nilai budaya asing yang tidak selaras dengan nilai nilai budaya bangsa Indonesia.

“Ada satu pesan Presiden kepada saya, agar saat Presiden melakukan kunjungan ke Daerah, Beliau sekaligus akan melakukan sosialisasi Pancasila dengan model memberikan cindera mata dalam bentuk produk sosialisasi yang telah dihasilkan oleh Kedeputian di BPIP, antara lain seperti: film animasi sejarah lahirnya Pancasila di Deputi I, alat permainan tradisional di Deputi V, dan produk-produk lain yang dapat menjadi sarana sosialisasi internalisasi nilai-nilai Pancasila,” paparnya.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh Deputi dan Sestama untuk dapat berkoordinasi dengan Sekretariat Presiden dan unit terkait lainnya untuk dapat merealisasikan ini,” tekannya.

Ia juga berharap komitmen dalam Raket tersebut untuk dapat menyampaikan langkah-langkah konkrit pembinaan ideologi Pancasila di tahun mendatang, memberi tanggapan dan pendapat, serta masukan yang konstruktif untuk dapat kita diskusikan bersama agar mendapatkan solusi bersama yang akan menjadi komitmen untuk dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga kehadiran BPIP makin dirasakan oleh masyarakat.

“Semoga dengan semangat gotong royong seluruh jajaran di lingkungan BPIP, pelaksanaan Raker berjalan baik dan lancar, sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja BPIP, menumbuhkan kekompakan diantara unit kerja dan pegawai BPIP,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Utama BPIP Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si melaporkan peserta Raker berjumlah sekitar 120 orang yang terdiri dari Dewan Pengarah, Kepala, Wakil Kepala, Staf Khusus Dewan Pengarah, Dewan pakar, JPT Madya, JPT Pratama, Administrator, dan Jabatan Fungsional Tertentu Tingkat Madya, dengan pembiayaan menggunakan alokasi anggaran pada Program Dukungan Manajemen.

Rangkaian Kegiatan Raker secara garis besar terdiri dari penguatan ikatan atau ‘bounding’ antara kita melalui sarana permainan dan motivasi, dan pembahasan isu-isu strategis yang menjadi progran kerja BPIP Tahun Anggaran 2023.

Ia juga berharap melalui kerja berbasis kinerja, diharapkan keluaran-keluaran yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif dan manfaat, sehingga kehadiran BPIP makin dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kita yang ada di lembaga ini harus punya dan mengamalkan nilai-nilai dasar atau ‘core values’ Pancasila lebih dulu sebelum berbicara kepada orang lain,” paparnya.

Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, insan-insan BPIP dalam lingkup tugas dan fungsi pekerjaan menjadi agen-agen pembangunan berorientasi kinerja sesuai dengan tujuan, sasaran dan strategis organisasi yang telah digariskan.

Salah satu sasaran strategis Renstra BPIP 2020-2024 yang terkait dengan kapasitas organisasi adalah terwujudnya penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan PIP yang berkualitas.

“Keberhasilan sasaran ini adalah dengan makin meningkatnya nilai Reformasi Birokrasi, Nilai SAKIP, Opini WTP, Indeks profesionalitas ASN BPIP, Nilai Sistem Merit, dan Indeks Kepuasan Masyarakat atas layanan BPIP,” ujarnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh pegawai berupaya secara konsisten dan lebih berinovatif melakukan pengelolaan kinerja yang menekankan proses perencanaan berbasis kinerja, penganggaran berbasis kinerja, penetapan perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja sebagai pola manajemen kinerja yang menciptakan hasil/manfaat yang terukur, bukan hanya manajemen untuk menyelesaikan program/kegiatan rutin semata.

“Sebuah organisasi dikatakan telah bertransformasi ditandai dengan semakin banyaknya unit kerja yang bersinergi dan berkolaborasi dengan unit kerja lain, demikian juga dengan para pegawai/staf yang saling bersinergi dan berkolaborasi dengan tetap mengawal pencapaian Indikator Kinerja Utama masing-masing,” tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia