Gempa Lebak Guncang Jakarta, Anies Baswedan ‘Ngetwit’ Soal Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com – Gempa berkekuatan 6,4 SR menggucang wilayah Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). Gempa yang tak berpotensi tsunami itu tak pelak membuat karyawan-karyawan berhamburan ke luar kantor.


Melalui akun twitternya @aniesbaswedan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tahapan yang harus dilakukan warga jika gempa terjadi. Ia pun meminta warga untuk mengikuti apa yang telah disampaikan oleh BPBD DKI Jakarta. 

“Apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa bumi? Simak tips dari @BPBDJakarta berikut,” tulis Anies seperti yang dikutip Pantau.com.

Baca juga: Gempa Guncang Jakarta, Anggota Dewan Panik Berhamburan dari Gedung DPR

Sesuai dengan UU Nomor 24, Tahun 2007, tentang penanggulangan bencana. Bahwa penanggulangan bencana itu menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Lembaga Usaha (Swasta) dan Masyarakat.

Apa yang sebaiknya dilakukan saat terjadi Gempa Bumi?

– Bila berada didalam bangunan, segera berlindung dibawah rangka bangunan atau dikolong benda yang kuat (Meja, Kursi dll) setelah itu keluarlah menuju tempat terbuka menggunakan tangga darurat. Menjauhlah dari jendela kaca dan benda-benda yang berpotensi akan jatuh (Lampu, Lemari, Vas Bunga dll)

– Bila berada diluar, cari tempat terbuka yang jauh dari bangunan, tiang listrik, baliho, pohon tinggal dll yang berpotensi roboh.

– Bila sedang mengemudi, berhentilah dan menjauh dari jembatan atau terowongan.

– Bila berada dipegunungan, hindari lereng dan jurang dan waspadalah dengan reruntuhan batu atau tanah longsor akibat gempa.

– Bila berada di pantai, segeralah berpindah kedaerah yang lebih tinggi untuk menghindari apabila gempa berpotensi menyebabkan gelombang tsunami.

Baca juga: Gempa Bumi 6,4 SR Berpusat di Banten Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat haruslah bisa meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa bumi. Konsepnya sederhana yaitu dengan Mengurangi Kemungkinan (pencegahan), Mengurangi Korban, Mengurangi Risiko dan Menjalin Kerjasama dengan Pemerintah maupun Pihak Swasta.

Ada hal yang perlu dipahami bersama, sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24, Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bahwa penanggulangan bencana itu menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Lembaga Usaha (Swasta) dan Masyarakat. Jadi sinergisitas antara 3 pilar tersebut menjadi hal utama yang harus dikedepankan dalam setiap usaha penanggulangan bencana.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta