Gibran Dinilai Mudah Menangkan Pilgub Jateng, karena Anak Presiden?

Headline
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: tangkapan layar)Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: tangkapan layar)

Pantau – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka disarankan maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) atau DKI Jakarta oleh Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto. Gibran dinilai mudah menangkan Pilgub, apa alasannya?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Praytono menilai Gibran saat ini lebih kuat di Pilgub Jateng daripada Pilgub DKI Jakarta.

“Nama Gibran muncul di dua wilayah, Jateng dan Jakarta. Kalau di Jateng, Gibran tidur aja sudah pasti menang,” kata Adi di Jakarta, Sabtu (15/6/2022).

Dirinya menilai elektabilitas Gibran pada Pilgub Jateng dinilai cukup tinggi, mencapai 28,5 persen.

“Elektabilitasnya secara tertutup itu sudah mencapai 28 persen, ini belum paripurna sebagai Wali Kota. Popularitasnya sudah mencapai 76 persen,” ucapnya.

Sementara itu dibandingkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria elektabilitas Gibran pada Pilgub DKI masih rendah.

“Gibran selalu dikaitkan di DKI. Tapi, popularitasnya di Jakarta bisa bersandingan seperti Syahroni dan Riza Patria. Kalau diproyeksikan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Gibran ranking dua. Meskpiun secara elektabilitas masih rendah karena bersanding dengan nama-nama besar seperti Ahok dan Risma,” ujar Adi.

Adi mengungkapkan popularitas Gibran dipengaruhi oleh tiga faktor yakni lantaran anak Presiden, Gibran merupakan kader PDIP, selain itu ia juga Wali Kota Solo.

“Magnet politik Gibran ada tiga, yakni dia anak Presiden, PDIP dan dia Wali Kota Solo. Paling pengaruh ya poin nomer dua, kita harus akui Gibran enggak mau terjun dalam urusan politik. Dia enggak mau dimintai statement urusan politik. Tiba-tiba jadi Wali Kota yang kemudian dianggap mampu melakukan politik yang sama dengan Jokowi, artinya apa? sosok Gibran ini menjadi penting. Kalau Pilkada serentak dilaksanakan setelah Jokowi jadi Presiden apakah Gibran tetap menarik sampai sekarang?,” ucapnya.

“Saya khawatir kalau Gibran bukan anak Presiden. Apakah daya tawar politiknya tetap kuat?” sambungnya.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda
Editor
Muhammad Rodhi