Pantau Flash
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November

Golkar Sebut Usulan 10 Pimpinan MPR Tidak Efektif!

Golkar Sebut Usulan 10 Pimpinan MPR Tidak Efektif! Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Politiisi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menilai bahwa terkait usulan penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 kursi sangat tidak ada efektif. Menurutnya, usulan tersebut tidak penting untuk dilaksanakan saat ini.

"Wacana penambahan menjadi 10 adalah tidak ada kepentingannya untuk rakyat dan keterkaitannya dengan efektivitas kerja," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: PAN Usul Kursi Pimpinan MPR Diisi 9 Fraksi dan 1 DPD

Anggota DPR RI ini mengatakan, Golkar sendiri akan lebih mengedepankan dengan apa yang sudah diatur oleh Undang-Undang MPR DPR DPD DPRD (UU MD3). Di mana. dalam aturan itu mengatur formasi pimpinan MPR 1 ketua dan 4 wakil.

"Golkar tetap mendukung formasi saat ini sesuai UU MD 3 nomor 2 tahun 2018, yaitu 1 Ketua dan 4 pimpinan. Justru esensi dari perubahan UU MD3 tersebut merampingkan formasi pimpinan agar lebih efektif dan efisien," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Sektaris Jenderal PAN (PAN), Saleh Partaonan Daulay mengusulkan, agar pemilihan pimpinan MPR ke depan dilakukan secara musyawarah dan mufakat di mana semua kelompok fraksi dan DPD terwakili dalam pimpinan.

Baca Juga: Soal Usulan 10 Pimpinan MPR, Fadli Zon: Why Not, yang Penting Musyawarah

Untuk itu, Saleh mengusulkan ke depan komposisi pimpinan MPR menjadi 10 pimpinan. Di mana nanti dari 10 kursi itu akan diisi oleh 9 fraksi dan 1 kelompok DPD.

"Awal periode ini kan pimpinan MPR 5 orang. Setelah beberapa saat, diubah menjadi 8 orang. Tentu sangat baik jika pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian 9 mewakili fraksi-fraksi dan 1 mewakili kelompok DPD. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya yang diterima Pantau.com, Senin (12/8/2019).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: