Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Gubernur DKI Anies Baswedan Soroti Pengelola Fasilitas Publik yang Mulai Kendor Terapkan Prokes

Gubernur DKI Anies Baswedan Soroti Pengelola Fasilitas Publik yang Mulai Kendor Terapkan Prokes Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)

Pantau.comGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau pengelola fasilitas publik di Ibu Kota meningkatkan disiplin protokol kesehatan karena mulai banyak ditemukan penerapan prokes yang kendor.

"Tantangannya adalah banyak tempat mulai kendor. Jadi imbauannya, semua fasilitas kembali mendisiplinkan," kata Anies Baswedan usai rapat pengendalian COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru di Balai Kota Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Anies Terheran-Heran Saat Ditanya Lokasi Formula E Ditentukan Presiden

Ia meminta agar para pengelola fasilitas publik di Jakarta untuk memastikan semua pengunjung melakukan pemindaian aplikasi PeduliLindungi baik saat masuk maupun keluar dari fasilitas publik seperti mal.

"Kalau ada orang keluar juga harus pindai (scan) sehingga masyarakat merasa aman datang sebuah tempat karena tahu semua sudah terdeteksi menggunakan sistem PeduliLindungi yang ada. Jadi anjuran utamanya itu," ujar Anies.

Ia pun meminta masyarakat Jakarta untuk segera melalukan vaksinasi bagi yang belum mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 agar mendukung kekebalan kelompok.

Meski begitu, Anies menambahkan saat ini situasi terkait COVID-19 di Jakarta terkendali.

Alasannya, lanjut dia, karena didukung capaian vaksinasi yang tinggi, yakni mencapai 11 juta orang untuk dosis pertama.

Tak hanya itu, tingginya tingkat keterpaparan COVID-19 di Jakarta juga mendorong kekebalan alami di Ibu Kota.

"Jadi secara kolektif sudah ada kekebalan di masyarakat Jakarta. Kemudian masyarakat Jakarta tingkat pemanfaatan teknologi cukup tinggi. Sehingga penggunaan aplikasi JAKI, PeduliLindungi, untuk masuk-keluar tempat itu sudah ada," katanya.

Baca juga: Anies Bilang Jika Guru Mengajar dengan Hati dan Menginspirasi, Maka Tak Ada Teknologi yang Menggantikan

Pemerintah pusat akan memberlakukan PPKM Level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 untuk mengendalikan kasus COVID-19 serentak di seluruh Indonesia.

Penerapan itu juga diharapkan mengendalikan potensi gelombang ketiga COVID-19.

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang

Berita Terkait: