Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik

Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam video yang dirilis Biro Humas dan Keprotokolan Sumut, Sabtu(4/4/2020). (Foto: ANTARA/HO)

Pantau.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengimbau warganya untuk tidak mudik ke kampung halaman guna mencegah penyebaran virus korona atau COVID-19 di provinsi itu. Pun berlaku bagi warga yang ingin masuk ke Provinsi Sumatera Utara. 

"Saya mengimbau kepada seluruh saudara-saudaraku, masyarakat Sumatera Utara yang saya cintai agar tidak mudik baik keluar maupun masuk ke Sumut," katanya dalam video yang dirilis Biro Humas dan Keprotokolan Sumut di Medan, Sabtu.

Baca juga: Kemenkes: Jangan Gunakan Bilik Disinfektan di Tempat Umum

Di tengah wabah virus korona, masyarakat diminta untuk melakukan silaturahmi dengan keluarga menggunakan video call, sosial media atau teknologi lainnya, tidak harus berkunjung ke rumah keluarga.

"Jadilah pahlawan untuk melindungi diri, keluarga, juga Sumatera Utara yang kita cintai ini," katanya.

Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Sumut juga telah meningkatkan status dari siaga darurat bencana non alam COVID-19 menjadi menjadi tanggap darurat hingga 29 Mei 2020.

Baca juga: Waduh, Ternyata Bilik Disinfektan Berbahaya Bagi Manusia

"Demi kesehatan dan keselamatan warga sumut kita harus kompak memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga situasi segera kembali pulih dan kita terbebas dari bencana ini," ujarnya.

Diketahui, data kasus COVID-19 di Sumatera Utara hingga saat ini jumlah orang yang positif terjangkit COVID-19 berjumlah 36 orang. PDP berjumlah 95 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.969 orang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: