Gubrak! Irjen Napoleon Gebrak Meja usai Pertanyaannya Selalu Dijawab ‘Tidak’ oleh M Kace di Sidang Lanjutan

Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: Istimewa)

Pantau – Suasana sidang lanjutan terkait kasus penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kace kian memanas. Hal itu terjadi ketika Napoleon menggebrak meja ruang sidang usai melontarkan pertanyaan M Kace.

Adapun alasannya karena pertanyaan-pertanyan yang dilontarkan Napoleon selalu disangkal oleh M Kace sehingga membuatnya dirinya kesal dan menggebrak meja.

Momen tersebut diawali ketika Napoleon melontarkan beberapa pertanyaan ke M Kace terkait kasus penistaan agama.

“Apakah saksi mengatakan bahwa Rasulullah itu matanya belo merah dan kepala besar?,” tanya Napoleon.

“Saya tidak mengatakan demikian,” jawab M Kace.

“Apakah saksi mengatakan Rasulullah itu berjalannya bungkuk?,” kata Napoleon.

“Saya tidak mengatakan demikian, hanya menjawab-menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya,” sangkal M Kace.

Berbagai macam pertanyaan telah dilontarkan ke M Kace, namun sayangnya ia hanya menyangkal semua pertanyan tersebut.

“Apakah saudara mengatakan bahwa Rasulullah berteman dengan jin?,” tanya Napoleon.

“Tidak,” jawab M Kace.

Tak berhenti di situ, Napolen terus mencecar pertanyaan ke M Kace dalam sidah tersebut.

“Apakah saudara saksi mengatakan kepada saya dan teman-teman yang lain bahwa Rasulullah itu justru menyembah jin, bukan menyembah Allah?” tanya kembali Napoleon.

“Tidak,” jawab M Kace.

Napoleon pun tampak kesal usai pertanyaan-pertanyaannya selalu dijawab “tidak” sehingga ia menggebrak meja dengan kencang dan membuat kaget orang-orang yang hadir di sidang tersebut.

Beruntung, kekesalan Napoleon mampu diredam oleh Hakim Ketua Djuyamto.

“Saudara tenang dulu, tenang,” kata Hakim Ketua Djuyamto.

Pihak Napoleon menganggap jawaban-jawaban yang disampaikan M Kace adalah bohong.

“Ini pembohong Yang Mulia,” kata salah satu kuasa hukum Napoleon.

Napoleon kemudian meminta maaf kepada majelis hakim. Napoleon menyebut tidak terima junjungannya dinista.

“Saya sudah terlalu sering dihina oleh publik dengan kasus yang sama, saya diam. Namun apabila junjunganku dinista, percuma salatku, percuma hajiku, percuma semua ya Allah,” kata Napoleon.

“Saya tidak sanggup untuk menerima ya Allah orang yang ketawa-ketawa dihina akidahnya, lebih baik dia berkain kafan daripada hidup,” sambungnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte dengan pasal berlapis dan alternatif melakukan penganiayaan dan pengeroyokan kepada Mohammad Kosman Alias M Kace Alias M Kece Agustus 2021 lalu.

Napoleon didakwa melanggar pasal 170 terkait pengeroyokan pasal 351 penganiayaan kepada Muhammad Kosman alias M Kace alias M Kece.

Jaksa menguraikan peristiwa bermula ketika Muhammad Kosman ditahan dirutan nomor 11 Mabes Polri Agustus 2021 lalu. Pada saat itu Napoleon Bonaparte juga menempati di rutan yang sama di ruang tahanan nomor 26.

Irjen Napoleon Bonaparte diduga bersama dengan 4 terdakwa lainnya yang disidang terpisah, merupakan sesama warga rutan mabes polri yang diduga telah mengeroyok M Kece dan melempar kotoran manusia diruang tahanan nomor 11 tempat M Kace ditahan.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih