Pantau Flash
Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Cawagub DKI Jakarta Pendamping Anies
Pemprov DKI Perpanjang Imbauan WFH Hingga 19 April
Jokowi: Pembebasan Hanya untuk Napi Umum, Bukan Koruptor!
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp931.000 per Gram
Mendes PDTT Perbolehkan Dana Desa untuk Bangun Pos Jaga di Gerbang Desa

Guguran Lava Gunung Karangetang Berpotensi Sebabkan Longsor

Headline
Guguran Lava Gunung Karangetang Berpotensi Sebabkan Longsor Material vulkanik gunung api Karangetang terpantau dari laut bagian barat Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)

Pantau.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berharap warga mewaspadai ancaman awan panas guguran Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.

"Kita belajar dari pengalaman tahun sebelumnya bahwa pernah terjadi awan panas guguran," sebut Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi di Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Devy Kamil Syahbana di Manado, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: 17 KK Diungsikan Pasca Gunung Karangetang Keluarkan Guguran Lava Panas

Potensi ancaman awan panas guguran bisa saja terjadi apabila material lava terus menumpuk dan volumenya semakin membesar di ujung titik leleran.

"Kontur penumpukan titik leleran lava tidak berada pada bidang datar, tetapi menurun. Kami khawatir ketika terus terakumulasi bisa berpotensi terjadinya longsoran," ujarnya.

Karena itu menurut Devy, pihaknya terus melakukan evaluasi serta terus melakukan pantauan langsung kondisi terakhir jarak luncuran lava termasuk volumenya.

Dia mengatakan, jarak luncuran material guguran lava telah mencapai kira-kira 2.000 meter dari kawah, bila dibandingkan dengan jarak luncuran sebelumnya berkisar 1.750 meter.

Jarak luncuran ini semakin dekat dengan pemukiman masyarakat, kira kira 750 meter, katanya. "Akan terus kita evaluasi untuk dilakukan langkah selanjutnya," ujarnya.

Baca juga: Gunung Karangetang di Sulut Luncurkan Lava Panas ke Kali Pangi

Pascaguguran batu lava panas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah daerah mengevakuasi sebanyak 17 kepala keluarga Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau ke tempat pengungsian pada hari Minggu 25 Agustus 2019, pukul 17.00 WITA.

Warga pengungsi bertahan di Gereja Galilea yang bertempat di kampung Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara. Penyintas berjumlah 17 kepala keluarga atau 50 jiwa tersebut terdiri dari 25 perempuan dan sisanya laki-laki, saat ini mereka telah mendapatkan dukungan bantuan berupa matras, beras dan triplek.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: