Pantau Flash
WADA Menyetujui Reformasi untuk Meningkatkan Representasi Atlet
Seorang Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pemukulan Perwira Polisi, Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Tambahan
Kemenkes Perkirakan OTG dan Terkonfirmasi COVID-19 Capai 16 Juta Orang
Dinilai Berjasa Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penurunan Tarif PCR, Menkes Budi Raih Penghargaan 'People Of The Year 2021'
Kominfo Imbau Waspada Hoaks COVID-19

Habibie Bertanya ke Anaknya Soal Isu Hoax Dirinya Meninggal Dunia

Habibie Bertanya ke Anaknya Soal Isu Hoax Dirinya Meninggal Dunia BJ Habibie (Foto: Instagram/BJ.Habibie)

Pantau.com - Presiden ke-3 RI BJ Habibie sempat menanyakan kepada putranya, Thareq Kemal Habibie, soal isu hoaks yang menyebut dirinya meninggal dunia.

"Tadi pagi saya ditanya Bapak terkait dengan berita palsu bapak sudah meninggal," kata Thareq saat menyampaikan keterangan pers di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca juga: Ternyata Kebiasaan Ini yang Membuat BJ Habibie Harus Dirawat di Rumah Sakit

Ketika informasi bohong itu tersebar, Thareq mengatakan bahwa pihak Dewan Pers maupun pihak pemerintah tidak ada persiapan untuk mengurus Habibie.

"Jadi, jangan percaya berita hoaks, percayalah kepada kalian-kalian ini yang benar asli memberi berita yang asli," ujar Thareq kepada wartawan.

Thareq menegaskan bahwa saat ini kondisi kesehatan Habibie stabil dan tidak dalam kondisi kritis. Namun, membutuhkan istirahat yang cukup karena kelelahan. Thareq tidak menjelaskan detail penyakit yang diderita Habibie. Namun, Habibie disebut terlalu banyak beraktivitas sehingga jantungnya tidak dapat mengikuti.

Baca juga: Breaking News: BJ Habibie Wafat di Usia 83 Tahun

Thareq mangaku ditunjuk pihak keluarga untuk memberikan keterangan resmi kepada media terkait dengan perkembangan kondisi Habibie.

"Yang akan selalu kasih berita saya, hanya saya sendiri. Sudah sepakat masing-masing tim punya tempat mengurusi Pak Habibie, saya yang menghadapi publik. Kalau bisa, setiap hari saya laksanakan setiap hari. Kalau bisa setiap jam segini setiap hari atau 2 hari, akan dilaksanakan," ucap Thareq.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: