Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Hadapi Virus Korona, Menkes: Indonesia Belum Akan 'Lockdown'

Hadapi Virus Korona, Menkes: Indonesia Belum Akan 'Lockdown' Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkunjung ke rumah sakit Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha)

Pantau.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menilai bahwa Indonesia belum perlu melakukan lockdown (menutup kota atau negara) untuk mencegah penyebaran virus korona jenis baru (COVID-19).

"Tidak ada lockdown sudah dikasih tahu apa yang dilakukan adalah preventif, pencegahan, membersihkan lingkungan dalam beribadah, yang kita lakukan sekarang jaga imunitas tubuh kita termasuk para wartawan, kalau panic attack itu yang paling menghancurkan imunitas kita, jangan sampai paranoid," kata Terawan seusai menemani Presiden Jokowi melihat penyemprotan disinfektan di masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (13/3/2020).

"Rasa takut semua menurunkan imunitas kita, dan itu berbahaya. Apa yang dibangun negara lain, negara yang mulai bangkit dari COVID-19 adalah membangun imunitas psikologis rakyatnya. Teman-teman di negara lain mulai mendorong optimistis sehingga imunitasnya naik," ungkap Terawan.

Baca juga: JK: Lockdown Efektif Minimalkan Korona di Indonesia

Saat ini sudah ada beberapa negara yang melakukan lockdown sebagian maupun seluruh wilayah negaranya yaitu Italia sejak 9 Maret 2020, Denmark sejak 13 Maret 2020, Filipina sejak 12 Maret 2020 hingga Irlandia pada 12-29 Maret 2020.

Sedangkan pemerintah China mengunci kota Wuhan dan beberapa kota di dekatnya yang menjadi lokasi episentrum COVID-19, serta Korea Selatan melakukan lockdown terhadap kota metropolitan Daegu.

"Program preventif yang terus kita ajukan seperti tempat peribadatan disemprot disinfektan supaya ibadah lebih aman dan nyaman. Kalau badanya 38 derajat sudah pasti badannya 'greges' disadarkan agar tidak usah menuju tempat ibadah bisa di rumah tapi kalau sehat harus beribadah," ungkap Terawan.

Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal: Virus Korona Bukan Azab, tapi Musibah

Terawan juga mengatakan Kemenkes bersama dengan TNI, BNPB serta kementerian lain melakukan bersama-sama berjuang bersatu menghadapi pendemi yang dialami dunia.

"100 lebih negara terkena, berjuang bersama, percaya deh semua banting tulang jangan sampai pandemi ini membuat kita menderita sekali kita yakin bisa dibebaskan dari ini semua dengan perjuangan yang keras bersama, tidak ada yang diuntungkan dari kondisi pandemi ini," tegas Terawan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah resmi menyatakan COVID-19 sebagai pandemi karena telah menjangkiti 134.679 orang di di 119 negara dengan 69.142 orang dinyatakan sembuh dan 4.973 kematian.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: