Pantau Flash
Ulama Besar Habib Ali Assegaf Meninggal Dunia
Vokalis Band 'Kapten' Diciduk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Baleg DPR RI Sahkan 33 RUU, BPIP Masuk Prolegnas Prioritas 2021
Gempa di Majene Timbulkan Korban Jiwa Hingga Kantor Gubernur Rusak Berat
Basarnas: Perpanjangan Pencarian Sriwijaya Tahap Pertama Sampai 3 Hari

Hari Pertama Perluasan Ganjil-Genap, Sejumlah Kendaraan Terciduk

Headline
Hari Pertama Perluasan Ganjil-Genap, Sejumlah Kendaraan Terciduk Kegiatan Razia Ganjil-Genap di Jalan Gunung Sahari (Foto: Antara)

Pantau.com - Hari ini perluasan ganjil genap (Gage) mulai diberlakukan. Sebanyak 40 kendaraan bermotor roda empat terjaring razia petugas di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Utara, Senin.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Agung Pitoyo menyebutkan kendaraan tersebut terjaring razia petugas mulai diberlakukannya Gage dari pukul 06.00 sampai 08.45 WIB.

Baca Juga: Uji Coba Efektif, 9 September Nanti Aturan Ganjil Genap Bakal Diberlakukan

"Hari pertama Gage berjalan lancar walau masih ada kendaraan yang melanggar, dari pukul 06.00 sampai 08.45 WIB total ada 40 pengendara yang ditilang," kata Agung saat ditemui di Jalan Gunung Sahari Raya, Senin (9/9/2019).

Hari pertama perluasan Gage di Jalan Gunung Sahari Raya petugas Satlantas Polrestro Jakarta Utara melaksanakan operasi bersama dengan jajaran Sudin Perhubungan dan Samsat Kota Administrasi Jakarta Utara.

Razia bersama di pusatkan di persimpangan Pospol depan WTC Mangga Dua menyasar kendaraan yang menggunakan plat kendaraan bernomor genap.

Sesuai dengan tanggal hari ini 9 September, plat kendaraan yang boleh melintas adalah kendaraan ganjil, sehingga kendaraan genap tidak boleh melintasi.

Menurut Agung, alasan pengendara yang kedapatan melanggar Gage beragam ada yang tidak tau, ada juga yang mengaku buru-buru dan ingin cepat.

"Dari 40 itu banyakkan alasan berbagai macam, yang mungkin mau cepat," ungkapnya.

Perluasan sistem Ganjil Genap diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Pelanggar akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 ayat 1 juncto Pasal 106 ayat 4 huruf a dan b Undang-Undang Lalu Lintas, dengan denda maksimal senilai Rp 500 ribu.

Dari sejumlah pengendara yang melanggar petugas juga sempat menghentikan kendaraan milik pejabat Departemen Luar Negeri yang lupa mengganti plat kendaraan dinas. Selain itu petugas juga menegur anggota PNS yang kedapatan melintas menggunakan plat bernomor genap.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan pihaknya segera memberlakukan perluasan kawasan ganjil-genap untuk kendaraan bermotor roda empat pada tanggal 9 September 2019.

Baca Juga: Jika Ganjil Genap Berlaku untuk Motor, Dishub DKI: Bisa Juling yang Ngawasi

“Hasil evaluasi pelaksanaan uji coba pada 12 Agustus sampai 6 September 2019, didapatkan peningkatan kinerja lalu lintas yang cukup signifikan,” kata Syafrin kepada awak media di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Syafrin menjelaskan hasil evaluasi itu di antaranya peningkatan kecepatan perjalanan rata-rata di koridor penetapan ganjil genap dari 25,65 Km/jam menjadi 28,03 Km/jam atau sebesar 9,28 persen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: