Hasil Survei IPS: Prabowo Ungguli Ganjar jika ‘Duel’ Pilpres

Headline
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat bertemu dengan Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Hun Sen dalam kunjungan kerjanya ke Kamboja, di The Peace Palace, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (22/6/2022). (ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto)

Pantau – Lembaga Indonesia Polling Stastions (IPS) menyatakan elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto megungguli nama beken lainnya. Termasuk ketika ‘diadu’ dengan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Mayoritas responden 62,1 persen akan memilih Prabowo Subianto, sedangkan Ganjar Pranowo hanya sebesar 34,4 persen, sisanya sekitar 3,5 persen menjawab tidak tahu,” kata peneliti IPS, Alfin Sugianto seperti dilansir dari Antara, Senin (27/6/2022).

Pula ketika Prabowo ‘diadu’ dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Prabowo unggul jauh ketimbang Anies.

“Sebanyak 61,5 persen akan memilih Prabowo, sedangkan Anies Baswedan hanya dipilih 35,8 persen responden,” ujar Alfin.

Sementara itu, Ganjar unggul ketimbang Anies. Sebanyak 44 persen responden akan memilih Ganjar, sedangkan Anies sebesar 42 persen, sisanya sekitar 14 persen menjawab tidak tahu.

“Jika Pilpres dilaksanakan tiga calon presiden, maka bagian terbesar sekitar 46,6 persen memilih Prabowo Subianto, diikuti Ganjar Pranowo sebesar 28,2 persen dan Anies Baswedan sebesar 25,2 persen,” beber Alfin.

Tiga nama itu diambil dari hasil survei IPS untuk 10 calon presiden pada Pilpres 2024, dengan elektabilitas tertinggi yakni Prabowo Subianto 29,8 persen, Ganjar Pranowo 20,6 persen, Anies Baswedan 16,8 persen, Sandiaga Uno 6,8 persen, Ridwan Kamil 6,2 persen, Basuki T Purnama 3,8 persen, Dedi Mulyadi 2,8 persen, Agus H Yudhoyono 2,4 persen, Erick Thohir dua persen dan Moeldoko 1,8 persen.

Survei IPS dilakukan pada 13-23 Juni 2022 di 34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Populasinya seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun atau telah memiliki KTP.

Jumlah sampel sebesar 1.220 responden, dengan margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara probability dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling). Lalu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner.

Tim Pantau
Reporter
Tim Redaksi
Editor
Muhammad Rodhi