Pantau Flash
Ada 1.671 Kasus Baru di RI, Total Infeski COVID-19 Capai 74.018
Polda Metro Sebut Editor Metro TV Yodi Prabowo Tewas Dibunuh
Gubernur Babel Resmi Gugat UU Minerba ke MK
Euforia Turki Resmikan Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid
Komisi X: Di Balik Meriahnya Asian Games, Ada Honor yang Belum Dibayarkan

Hati-hati, Menolak Pemakaman PDP Korona Bisa Dipidana

Headline
Hati-hati, Menolak Pemakaman PDP Korona Bisa Dipidana Petugas bersiap menurunkan jenazah pasien COVID-19 dari mobil ambulans saat akan dimakamkan di pemakaman Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2020). (Foto: Antara/Abriawan Abhe)

Pantau.com - Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, mengingatkan warga Kudus agar tidak menolak pemakaman jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif korona karena bisa diancam pidana penjara.

"Sesuai Pasal 178 KUHPidana, dijelaskan bahwa barang siapa merintangi jalan masuk tempat pekuburan akan dipenjara paling lama satu bulan dua minggu," kata Kapolsek Jati Polres Kudus AKP Bambang Sutaryo di Kudus, Selasa (7/4/2020).

Ia mengancam jika masih ada warga yang menolak pemakaman jenazah PDP korona di pemakaman umum bisa dipidana. "Jika terjadi penolakan pemakaman, kami akan tindak tegas sesuai pasal 178 KUH Pidana," ujarnya.

Baca juga: Aa Gym Minta Warga Tak Tolak Pemakaman Jenazah COVID-19

Terkait dengan kasus di Desa Loram Kulon, kata dia, pihaknya tidak bisa memaksakan pemakaman PDP corona tersebut di Loram Kulon mengingat status tanahnya merupakan milik pribadi dan untuk pemakaman keluarga.

Akhirnya, lanjut dia, pemakaman dipindahkan di pemakaman umum di Desa Loram Wetan.

Adanya aksi penolakan tersebut, pemerintah mengumpulkan seluruh kepala desa se-Kecamatan Jati di Balai Desa Tanjungkarang untuk diberikan sosialisasi dan edukasi tentang penanganan jenazah PDP maupun pasien positif corona.

Camat Jati Andreas Wahyu Adi mengatakan,  kejadian bermula ketika pemilik lahan pemakaman di Desa Loram Kulon menolak jenazah PDP dimakamkan di lokasi pemakaman tersebut.

Baca juga: Marak Penolakan Pemakaman Jenazah COVID-19, MUI Ingatkan 4 Hak Mayat

Lokasi pemakaman, kata Andreas memang bukan milik umum, meski sebenarnya sudah diwakafkan secara lisan, namun ahli warisnya keberatan.

Saat itu, lanjutnya, tempat pemakaman sudah disiapkan, kemudian dipindahkan lokasinya sesuai alamat KTP almarhum, yakni di Desa Loram Wetan. Alasan pemakaman di Desa Loram Kulon, karena semasa hidupnya almarhum tinggal di Desa Loram Kulon.

"Beruntung di Desa Loram Wetan tidak ada protes," ujarnya.

Ia meminta para kepala desa untuk terus mengedukasi masyarakatnya agar tidak kembali melakukan hal yang seperti ini lagi, dengan tujuan kondusivitas di Kecamatan Jati terus terjaga.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: