Heboh Acara ‘Bungkus Night’ di Jaksel, Gerindra: Kecolongan Banget, Gubernur Harus Evaluasi Kerja Parekraf

Headline
Anggota DPRD DKI Fraksi Gerinda, Adi Kurnia Setiadi (Foto: tangkapan layar)

Pantau – Pihak kepolisian telah menjelaskan maksud dari acara bertajuk “Bungkus Night” yang diselenggarakan di tempat spa di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. “Bungkus Night” itu merupakan acara yang bertujuan untuk hubungan intim.

Terkait berita tersebut, anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Adi Kurnia Setia turut menangggapinya. Menurut Adi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) telah kecolongan terkait acara tersebut dan dinilai tidak bekerja. Karena ini bukan pertama kalinya acara semacam itu diselenggarakan.

“Kecolongan banget, saya pikir Kadis Prekraf tidak kerja, apalagi kejadian ini bukan pertama, ini kedua,” kata Adi pada Selasa (21/6/2022).

Adi juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta agar mengevaluasi kinerja para stafnya agar tidak kembali kecolongan dengan acara-acara semacam itu.

“Dan dipromosi melalui media sosial. Gubernur harus evaluasi kerjanya nih bagaimana,” tambahnya.

Atas peristiwa itu, Adi meminta kepada pihak Parekraf memiliki tanggung jawab kerja dan moral dalam sektor pariwisata. Dan juga tidak menutup mata atas kejadian ini.

“Kalau saya baca, kan sudah ditetapkan jadi tersangka, tanggung jawab kerja dan moral Kadis harus ada,” ujarnya.

“Jangan sampai tutup mata dan main mata,” sambung Adi.

Diberitakan sebelumnya, Hamilton Spa di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, terancam ditutup permanen usai kegiatannya bertajuk “Bungkus Night” yang akan diadakan Jumat (24/6/2022) tercium.

Acara yang digelar di tempat spa dan pijat itu bertujuan untuk hubungan seksual.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan pihaknya sudah mengikuti perkembangan kasus ini bersama Dinas Parekraf.

“Kalau pelanggarannya berupa adanya kegiatan pelanggaran prostitusi, maka mengacu ketentuan Pergub 18 Tahun 2018, maka tindakan sanksi yang bisa dikenakan adalah penutupan secara permanan,” ujar Arifin, Selasa (21/6/2022).

Arifin mengatakan Satpol PP akan langsung melakukan penutupan permanen dan pencabutan izin usaha Hamilton Spa jika sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Parekraf DKI Jakarta.

“Satpol PP menunggu ada rekomendasi yang disampaikan Dinas Parekraf terkait pelanggaran yang terjadi di Hamilton,” katanya.

Tim Pantau