Heboh! Deolipa Yakin Surat Pencabutan Kuasa Hukum Cacat Formal

Headline
Bharada E mencabut pemberian kuasa pada Deolipa Yumara dan tim pengacara. (Istimewa)Bharada E mencabut pemberian kuasa pada Deolipa Yumara dan tim pengacara. (Istimewa)

Pantau – Bekas pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara menduga pemecatan tim kuasa hukumnya sebagai upaya intervensi. Menurutnya, surat pencabutan kuasa dirinya menjadi pengacara Bharada E cacat formal.

Mantan kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer, Deolipa Yumara menyebut surat pencabutan kuasa hukum Bharada E memiliki cacat formal. Karena dalam surat itu, disebut tak ada alasan pencabutan kuasa.

“Ketika Pak Dirtipidum atau ketika ada surat masuk ke saya pencabutan kuasa kan dengan tanpa alasan itu artinya group Dirtipidum memberitahu ke saya bahwasanya ini cacat hukum bos, loe kan ngerti pengacara,” kata Deolipa Yumara kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022).

Deolipa mengatakan dirinya membutuhkan waktu dua hari untuk memahami kode dari Dirtipidum yang disebutkannya itu.

“Dua hari saya belajar kode itu apa maksudnya ini kok ada surat pencabutan kuasa tapi nggak ada alasan, ternyata wilayah Pidum pinter, mereka kirimlah kode ke kita cuman karena mereka jago-jago baru dua hari bisa saya pecahkan. O iya ternyata mereka ngasih kode bahwasanya ini sebenarnya surat pencabutan kuasa yang cacat secara formal jadi loe bisa gugat,” tuturnya.

Dia mengatakan kode dari Dirtipidum itu merupakan arahan baginya untuk melakukan gugatan pencabutan kuasa tersebut. Dia menyebut kode itu juga menandakan penyidik Dirtipidum membuat surat pencabutan itu dalam keadaan tertekan.

Deolipa mengatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan dilakukan bisa secara perdata, katanya.

“Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata,” katanya.

“Iya cacat formal, artinya apa? artinya Dirtipidum ngasih jalan, ‘lu gugat dong gua bikin surat ini lu gugat dong ke pengadilan supaya ini jadi terang, nanti kan gua jadi saksi nih siapa pelaku-pelakunya’ kan begitu. Itu adalah kode dari wilayah ahli penyidikan pidum kepada kami untuk menunjukkan suatu keadaan di mana kami susah menangkap, persoalanya kan saya kecapean jadi goblok juga saya ngomong ngaco-ngaco ternyata itu maksudnya,” terang Deolipa.

“Kenapa pidum mengeluarkan surat tanpa alasan hukum di mana kita ini, itu maksudnya, karena mereka di bawah tekanan,” sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni