Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Heboh Foto Gubernur Anies Baswedan di Dalam Peti Mati, Ini Faktanya

Headline
Heboh Foto Gubernur Anies Baswedan di Dalam Peti Mati, Ini Faktanya Kominfo memastikan foto Anies dalam peti mati adalah hoax. (Foto: Kominfo)

Pantau.com - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berada di dalam peti jenazah kayu. Dalam foto tersebut Anies terlihat memakai rompi berwarna oranye, dengan posisi terbaring dengan tangan terlibat di atas dada.

Namun, foto yang beredar di media sosial itu dipastikan kabar bohong alias hoax. Hal itu dikonfimasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya foto itu adalah foto hasil editan atau suntingan," demikian tulis Kominfo dalam situs resminya, dikutip Pantau.com, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Tuai Kritik Masyarakat, Satpol PP Hapus Sanksi Warga Masuk Peti Mati

Kominfo menjelaskan bahwa foto asli tersebut merupakan seorang pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada beberapa waktu lalu.

"Foto aslinya adalah seorang pelanggar PSSB yang dihukum masuk ke dalam peti mati di Kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis, 3 September 2020," demikian Kominfo.

Sanksi untuk masuk ke dalam peti mati memang dilakukan di sejumlah wilayah seperti di Pasar Rebo untuk para pelanggar PSBB. Selama berada di dalam peti jenazah pelanggar tersebut wajib mengenakan rompi khusus "Pelanggar PSBB" serta menghitung mundur seratus angka.

Baca juga: Siap-siap! Pelanggar Masker Bakal Dimasukkan ke Peti Jenazah COVID-19

Namun, sanksi tersebut menuai kriti dari masyarakat setempat. Akhirnya, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur menghentikan sanksi memasukkan para pelanggar protokol kesehatan COVID-19 ke peti jenazah.

"Kita hanya menghindari pro dan kontra masyarakat, jadi kita menindak berdasarkan aturan (yang berlaku) saja," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta, Jumat, 4 September 2020.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: