Pantau Flash
Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Pagi Ini
PSSI Bahas Dua Agenda dalam Rapat Exco 22 Januari, Apa Saja?
Cuaca Tak Menentu, Pemkab Bogor Larang Korban Banjir Bandang Puncak Pulang
Antam Klaim Tak Bersalah Soal Transaksi Emas di Surabaya dan Akan Banding
Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet

Heboh Soal Penutupan Park and Drive Thamrin 10, Anies Baswedan Menjawab

Heboh Soal Penutupan Park and Drive Thamrin 10, Anies Baswedan Menjawab Area parkir 'park and ride' Thamrin 10, Senin (2/9/2019). Rencananya area parkir ini akan ditutup dalam waktu dekat untuk dijadikan tempat kuliner Kota Jakarta. (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menutup lahan parkir (park and ride) Thamrin 10 dan disulap menjadi pusat kuliner yang dia sebut dapat menggerakkan perekonomian masyarakat kecil.

"Tempat itu akan kami ubah. Tidak menjadi tempat parkir tapi menjadi tempat pusat kegiatan kuliner. Jadi justru bisa menggerakkan perekonomian, UMKM masuk, kemudian di situ diubah menjadi tempat kuliner," ucap Anies di Balaikota Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Pengalihan fungsi ini, merupakan bagian dari rencana Anies untuk menutup sejumlah kantong parkir yang berada di tengah-tengah pusat kota Jakarta yakni kawasan Sudirman-Thamrin demi menekan penggunaan kendaraan pribadi. "Kita harus mengurangi jumlah pengendara bermobil dengan cara satu, tarifnya parkir dapat dinaikkan dan yang kedua, tempat parkirnya dikurangi," kata Anies.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Anies Paparkan Komitmen Jokowi Soal Jakarta

Anies menyebutkan bahwa kawasan park and ride di kawasan Thamrin mampu menampung hingga 70 ribu slot kendaraan yang dinilainya bisa menggerakkan keinginan masyarakat menggunakan transportasi publik.

"Anda parkir di Thamrin 10 contohnya, cukup dengan Rp5 ribu rupiah sepanjang hari. Ya siapa yang akan naik kendaraan umum? Semuanya akan pakai, lebih rasional kan? Dengan ditutup kami berharap masyarakat memarkir kendaraan di rumah dan beralih ke kendaraan umum," ucapnya.

Saat ini, Anies mengatakan Pemprov sedang mengkaji rencana menaikkan tarif parkir di Jakarta guna menekan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta. Namun, dia tidak merinci soal rencana menaikkan tarif parkir dan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu.

"Parkirlah mobil di rumah anda. Sekarang lagi disiapin dulu nanti kalau sudah final pasti diumumkan, tapi enggak lama lagi kok," kata Anies.

Baca juga: Ini 5 Kota Besar Dunia yang Terancam Tenggelam, Jakarta Teratas

Untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta telah memperluas penerapan ganjil genap sebanyak 16 ruas jalan hingga akhirnya kini menjadi 25 ruas jalan. Saat ini, aturan perluasan ganjil-genap dalam tahap uji coba yang rencananya dimulai sejak Senin, 12 Agustus hingga 6 September 2019. Sistem ganjil genap diterapkan pada Senin-Jumat pukul 06:00-10:00 WIB dan pukul 16:00-21:00 WIB.

Ke-16 ruas jalan yang baru diterapkan uji coba sistem ganjil genap yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan RS Fatmawati, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya dan Jalan Gunung Sahari.

Sementara jalan yang sudah diterapkan ganjil-genap sebelumnya adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Sebagian Jalan Jenderal S Parman (dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jalan Bekasi Timur Raya). Perluasan ganjil genap ini efektif berlaku atau mulai akan diberlakukan tilang pada 9 September 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: